Breaking News:

Pengguna Smartphone Habiskan Rp 738 Triliun untuk Beli Aplikasi dan Game

belanja aplikasi sepanjang paruh pertama 2020 secara global mencapai 50 miliar dollar AS (sekitar Rp Rp 738 triliun).

TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM – Pandemi Covid-19 yang memaksa orang lebih banyak tinggal di rumah, ternyata berdampak pada peningkatan komsumsi aplikasi dan game mobile.

Menurut perusahaan periset data mobile, App Annie, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (21/8/2020), jumlah pengeluaran pengguna smartphone dalam belanja aplikasi sepanjang paruh pertama 2020 secara global mencapai 50 miliar dollar AS (sekitar Rp Rp 738 triliun). Angka ini meningkat 10 persen dari capaian di paruh kedua 2019 lalu.

Secara keseluruhan, jumlah download aplikasi dan game mobile tercatat sebanyak 64 miliar kali pada paruh pertama 2020. Angka tersebut merupakan hasil kumulasi di kedua toko aplikasi.

Rata-rata pengguna menghabiskan 27 persen waktunya atau sekitar 4,3 jam sehari dalam menggunakan perangkat mobile pada bulan April 2020. Angka ini juga meningkat 20 persen dari periode yang sama tahun 2019.

Game mobile juga menjadi hiburan banyak orang di tengah pandemi. Pihak App Annie menjelaskan, mobile gaming saat ini juga menjadi sebuah industri yang mendapat perhatian besar.

Para pengembang berlomba membuat game yang bisa menarik perhatian khalayak. Bahkan, sejumlah board game yang hadir di Android dan iOS juga banyak dimainkan.

Seperti game Scrabble Go, di mana waktu yang dihabiskan untuk memainkan game ini naik signifikan secara kuartal ke kuartal (QoQ) sebesar 455 persen di Perancis dan 375 persen di Kanada.

Indonesia sendiri berada di urutan ketiga dalam grafik peningkatan jumlah game yang dimainkan tiap bulannya selama pandemi Covid-19.

Urutan pertama dihuni oleh India dengan persentase 35 persen, kedua adalah Rusia sebesar 30 persen, dan Indonesia sebesar 26 persen.

Data tersebut selaras dengan laporan beberapa operator seluler di Indonesia yang mencatat kenaikan trafik selama pandemi.

Pada bulan Maret lalu, XL Axiata mencatat kenaikan trafik layanan data sekitar 10-15 persen dibanding sebelum pandemi.

Begitu pula dengan Smartfren yang mencatat kenaikan 10 persen pada bulan April hingga Mei 2020. Telkomsel juga mencatat trafik jaringan berbasis broadband naik 16 persen pada bulan April, terhitung sejak bulan Maret.

Pada bulan Mei atau saat lebaran, Indosat Ooredoo juga mengalami kenaikan trafik hingga 27 persen.

Di momen yang sama, Hutchison Tri juga mengklaim adanya kenaikan sekitar 19 persen pada trafik data dibanding hari biasa sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar/PSBB.

App Annie juga mengurutkan lima aplikasi bisnis teratas secara global (kecuali China). Tiga dari lima di antaranya diisi oleh aplikasi konferensi video yang memang banyak digunakan masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Zoom, Microsoft Teams, dan Google Meet secara berurutan mengisi tiga besar aplikasi teratas. Secara kesluruhan, aplikasi untuk bisnis meningkat 220 persen pada Q2-2020 dibanding Q4-2019.

Secara global, pada periode yang sama pengguna mobile menghabiskan 25 persen lebih banyak waktu mereka untuk streaming acara dan film favorit mereka. Menurut data Kompas.com, persentase pengguna Netflix di iPhone yang juga mengakses TikTok, naik 15 persen ke angka 45 persen.

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved