Breaking News:

Kriminalitas

Ditangani Polres Sleman, Sih Berharap Pelaku Klitih Segera Ditangkap

Warga Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Sleman menjadi korban kekerasan saat melintas di barat flyover Jombor sekitar pukul 04.00.

Tribunjogja/Edy Utama
Korban aksi klitih di barat flyover Jombor, Agung Setyobudi tergolek lemas di IGD RS UGM, Jumat (21/8/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus kekerasan jalanan (klitih) yang dialami oleh Agung Setyobudi (33) ditangani oleh Polres Sleman.

Warga Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Sleman menjadi korban kekerasan saat melintas di barat flyover Jombor sekitar pukul 04.00.

Kapolsek Mlati, Kompol Hariyanto mengatakan korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sleman.

Dengan demikian penyelidikan dan tindak lanjut kasus akan ditangani oleh Reskrim Polres Sleman.

"Belum, untuk TKP masih belum jelas. Monitor keluarga korban melaporkan ke Polres (Polres Sleman," katanya pada Tribun Jogja, Jumat (21/08/2020) petang.

Pakar Psikologi UGM: Solusi Klithih Ada Pada Keluarga Besar dan Lingkungan Terdekat Pelaku

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.

Terpisah, Ayah korban, Sih Wiyanto (76) mengungkapkan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Ia berharap pihak kepolisan dapat segera menangkap pelaku yang menganiaya putranya itu.

"Sudah dilaporkan ke polisi, tadi anak saya yang satunya lagi yang mengurus. Saat ini nunggu surat laporannya,"ungkapnya.

Penyidik, lanjut dia, sudah datang ke rumah sakit untuk meminta keterangan. Agung pun sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Tadi reskrim sudah ke sini (RSA UGM), sudah ditanya-tanyai. Harapannya bisa segera ditangkap (pelaku klitih)," lanjutnya.

Ada Klitih, Polda DIY Bakal Tingkatkan Pengamanan

Terkait kondisi, Sih menyebut Agung sudah bisa berkomunikasi. Agung mendapat sekitar tujuh luka disekujur tubuhnya, mulai dari perut, tangan, hingga punggung.

Setelah mendapat jahitan, Agung sudah dipindahkan ke bangsal.

"Tadi di UGD, sekarang sudah pindah ke bangsal. Kondisi sudah lebih baik, sudah bisa berkomunikasi, lukanya banyak sekali.Darahnya bercucuran, langsung ditangani dokter, takut kehabisan darah,"ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved