Riwayat Perjalanan Penularan Pasien Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan tambahan 31 kasus positif Covid-19 di pada 19 Agustus 2020.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Yoghyakarta ----- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan tambahan 31 kasus positif Covid-19 di pada 19 Agustus 2020.
Jumlah tersebut didapat dari pemeriksaan sebanyak 462 sampel di lab yang ada di DIY.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih menjelaskan saat ini total kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi sebanyak 1.090 kasus. Kasus baru tercatat sebagai kasus 1.065-1.095.
"Kasus didominasi dari Sleman, sementara untuk riwayat mayoritas adalah dari skrining masyarakat," ungkap Berty, Rabu (19/8).
Berty mengatakan bahwa skrining masyarakat dilakukan oleh Dinkes Sleman bersama dengan FK UGM.
Kedua pihak melakukan skrining untuk implementasi Rapid Test.
"Di antaranya juga kepada masyarakat luas di lingkungan Sleman. Dari sekian ratus yang di rapid, ada yang reaktif dan dilakukan swab. Itu hasil PCR yang positif," ucapnya.
Data distribusi kasus berdasarkan riwayat yakni skrining karyawan kesehatan 6 kasus, skrining masyarakat 8 kasus, kontak tracing kasus 5 kasus, pelaku perjalanan 2 kasus, masih dalam penelusuran 8 kasus, dan kontak dengan teman dari Jawa Timur 2 kasus.
Kemudian kasus berdasarkan domisili yakni Kota Yogyakarta 3 kasus, Kabupaten Bantul 5 kasus, Kabupaten Gunungkidul 2 kasus, dan Kabupaten Sleman 21 kasus.
"Laporan jumlah kasus sembuh sebanyak 18 kasus sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 713 kasus," ungkap Berty.
Distribusi kasus sembuh berdasarkan domisili yakni Kota Yogyakarta 5 kasus dan Kabupaten Bantul 13 Kasus.
Data dari Dinas Kesehatan DIY secara umum per 19 Agustus 2020 bahwa jumlah total suspek di DIY adalah 11.220 orang, konfirm sebanyak 1.090 orang, sembuh 713 orang, meninggal konfirm 29 orang, kasus aktif 348 orang, case recovery rate 65,41 persen, dan case fatality rate 2,66 persen.
Wilayah Sleman
Angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten mencapai 21.
Dari 21 kasus terkonfirmasi positif, 7 kasus masih dalam penelusuran, 2 kontak dengan teman Jawa Timur, 8 skrining masyarakat, 2 perjalan dari Kalimantan Selatan dan Papua, 1 tracing kontak kasus positif, dan 1 hasil skrining karyawan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo membenarkan hal tersebut.
Ia mengatakan skrining masyarakat adalah hasil kerja sama FK UGM dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dengan RI-GHA COVID-19.
"Iya ada tambahan 21 kasus. Skrining masyarakat itu lanjut UGM yang RI-GHA COVID19. Kalau sudah rapid tes, reaktif, kemudian langsung swab. Tapi yang masyarakat hanya di Kecamatan Mlati,"katanya, Rabu (19/08/2020).
Ia melanjutkan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sleman pada dasarnya memang didominasi pelaku perjalanan.
Pelaku perjalanan tersebut kemudian menularkan ke anggota keluarga atau kerabat.
"Didominasi pelaku perjalanan, jadi banyak yang ke Yogya nengok keluarga atau datang dalam rangka apa, kemudian positif. Lalu menulari keluarga, jadi banyak karena ke anggota keluarga,"lanjutnya.
Menurut peta epidemiologi COVID-19 Kabupaten Sleman per 14 Agustus 2020, ada tiga kecamatan masuk dalam zona merah.
Tiga kecamatan tersebut adalah Depok, Gamping, Sleman.
Enam kecamatan lain di Kabupaten Sleman masuk dalam zona oranye, yaitu Turi, Pakem, Tempel, Minggir, Mlati, Godena.
Sedangkan 8 kecamatan lainnya masuk dalam zona kuning, yaitu Cangkringan, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Berbah, Prambanan, Seyegan, dan Moyudan.
Gunungkidul
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru pada Rabu (19/08/2020). Tambahan ini didasarkan pada hasil uji swab yang keluar hari ini.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan ada 2 kasus baru pada hari ini. "Keduanya perempuan, masing-masing berumur 49 dan 27 tahun," kata Dewi.
Ia menjelaskan, pasien perempuan berusia 49 tahun merupakan warga Kapanewon Playen. Berdasarkan hasil penelusuran, ia memiliki riwayat kontak dengan kasus positif sebelumnya.
Sementara perempuan berumur 27 tahun asal Ponjong, Dewi menyebut yang bersangkutan merupakan tenaga kesehatan (nakes).
"Kasus baru dari Playen ini juga masih keluarga dari kasus positif sebelumnya," ungkapnya.
Hingga hari ini, tercatat ada 160 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 secara kumulatif dari Gunungkidul. Angka ini termasuk dengan tambahan 2 kasus baru tersebut.
Secara rinci, 46 kasus dalam perawatan di rumah sakit rujukan. 110 kasus dinyatakan sembuh dan tidak ada penambahan pada hari ini. "Hingga hari ini tercatat ada 4 kasus positif meninggal dunia," kata Dewi. ( Tribunjogja.com | Kurniatul H | Christi Mahatma | Alexander )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/klaster-ini-masih-dominasi-kasus-positif-covid-19-di-daerah-istimewa-yogyakarta.jpg)