Breaking News:

Bisnis

Okupansi Hotel di Yogyakarta Menggeliat pada Libur Panjang Muharam

Libur panjang Muharam atau tahun baru islam 1442 Hijriah ternyata memberi peluang geliat bagi bisnis perhotelan di Yogyakarta.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur panjang Muharam atau tahun baru islam 1442 Hijriah ternyata memberi peluang geliat bagi bisnis perhotelan di Yogyakarta.

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, adanya libur panjang memberikan dampak pada naiknya tingkat hunian kamar (TPK) hotel.

"Tercatat hari pertama libur Muharam pada Kamis (20/08/2020) tingkat keterisian kamar hotel berbintang sudah mencapai angka 40 persen. Sedangkan untuk non-bintang sebesar 20 persen," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Kamis (20/08/2020).

Rata-rata hotel yang dipilih wisatawan berada di wilayah kota Yogyakarta, kabupaten Sleman dan Gunungkidul.

Kebanyakan pengunjung mencari hotel yang dekat dengan sentra destinasi wisata.

Wisatawan Bakal Diusir dari Hotel Jika Enggan Terapkan Protokol Kesehatan

"Pilihan wisatawan untuk hotel masih didominasi hotel yang dekat wisata seperti daerah Malioboro, wisata alam, dan pantai," ujarnya.

Untuk lama penginapan, lanjut Deddy, para tamu hotel biasanya paling lama dua hari.

Tamu yang menginap di hotel masih mayoritas wisatawan lokal yang berasal dari daerah sekitar Yogyakarta.

"Wisatawan yang menginap di hotel didominasi keluarga yang berasal dari daerah Jawa Tengah, Jawa Barat,DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Untuk wisatawan dari zona merah wajib menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter dan harus mematuhi peraturan protokol kesehatan," tuturnya.

Sementara itu, sambung Deddy, untuk libur Muharam ini rencananya target okupansi hotel berbintang bisa mencapai 70 persen.

Okupansi Hotel di DIY Naik 60 Persen Tapi Belum Menutup Operasional

Sedangkan, untuk hotel non-bintang mampu mencapai angka 50 persen.

Kemungkinan, akan ada peningkatan lagi mengingat libur panjang Muharam yang bertepatan dengan akhir pekan.

"Kelihatannya akan ada penambahan lagi untuk okupansi. Karena, kebanyakan tamu hotel working guest (datang sendiri tanpa reservasi), jadi tinggal menunggu saja perkembangannya. Terpenting protokol kesehatan tetap dijalankan sesuai prosedurnya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved