Jawa

Soal Pemilih, Bawaslu Kota Magelang Akan Sampaikan Masukan lagi ke KPU

Bawaslu Kota Magelang akan menyampaikan lagi masukan terkait pemilih kepada KPU Kota Magelang. Setelah sebelumnya, masukan yang pertama ditindaklanju

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kantor Bawaslu Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang akan menyampaikan lagi masukan terkait pemilih kepada KPU Kota Magelang. Setelah sebelumnya, masukan yang pertama ditindaklanjuti.

Selanjutnya, masukan kedua. Masukan ini atas dasar masukan masyarakat.

Ketua Bawaslu Kota Magelang, Endang Sri Rahayu, mengatakan, data-data soal pemilih yang Tak Memenuhi Syarat (TMS) dan Memenuhi Syarat (MS) tapi belum terdaftar, akan dicek oleh Bawaslu.

Data-data tersebut sudah dimasukkan ke rekan jajaran KPU di PPS dan tembusan PPK. Pihaknya memberikan data yang kemarin pertama, dan ada lagi nanti yang ditemukan.

KPU Kota Magelang Tindaklanjuti Masukan Bawaslu Soal Pemilih

"Nanti dari data TMS dan MS Bawaslu akan kita check. Kemarin data-data itu sudah kita masukkan ke rekan-rekan jajaran KPU di bawah, PPS. Tembusannya PPK. Kemudian kita menyampaikan juga ke KPU. Intinya dari pengawas, memberikan data yang kemarin itu yang TMS dan MS, ada dua lagi. Sudah ada yang kedua lagi. Ada itu nanti. Yang kita temukan," tutur Yayuk, saat dihubungi, Selasa (18/8/2020).

KPU Kota Magelang sendiri meminta data by name dan by address dari daftar nama pemilih yang ditemukan Bawaslu Kota Magelang. Pihaknya sudah menyampaikan itu via surat elektronik atau email.

"Terpenting, masukan dari rekan-rekan sudah kita tindaklanjuti ke sana. Dari KPU tadi juga meminta data by name by address-nya. Dari rekan-rekan pengawas. Kita sudah sampaikan via email, mau ditindaklanjuti mau di check. Kalau data tersebut TMS masih ada disana akan dicoret., apabila yang MS belum masuk, mereka akan menindaklanjuti," kata Yayuk.

Soal banyak data yang tak lengkap masukan dari Bawaslu, Yayuk mengaku, pihaknya memang tak punya data sanding. Masukan tersebut adalah masukan dari masyarakat.

Jika ada data NIK, pihaknya akan memeriksa dengan data yang ada. Kalau tidak ada, Bawaslu tetap menampung masukan dari warga tersebut.

"Kalau kita memang tak punya data sanding. Masukan kita dari sebatas, masukan warga. Agar warga tidak enggan melapor, jika harus dengan syarat NIK. Kecuali kita ada data sanding, kita cek. Kita cek juga dengan data sanding kita. Kalau tidak ada ya kita terima aja. Kami hanya menampung masukan dan berharap bisa ditindaklanjuti," pungkas Yayuk.

Saat Seluruh Aktivitas di Kota Magelang Terhenti untuk Hormati Detik-detik Proklamasi

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang menemukan potensi pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan memenuhi syarat (MS) tetapi belum terdaftar di Kota Magelang.

Ada sekitar 96 orang potensi pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan 19 orang potensi pemilih yang memenuhi syarat, tetapi belum terdaftar sebagai pemilih. Data itu per tanggal 5 Agustus 2020 lalu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menindaklanjuti masukan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang soal data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan Memenuhi Syarat (MS).

Ada sebanyak 118 potensi data pemilih yang harus ditindaklanjuti. Dari jumlah itu, ada 57 nama yang disebutkan dengan nomor induk kependudukan (NIK). Sisanya, 61 orang tidak terdapat NIK.

Sebanyak 57 nama dengan NIK tersebut, 47 nama yang dicocokkan dan diteliti (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Sebanyak lima tidak ada di AKWK dan lima duplikasi data (meninggal).

Sisanya data sebanyak 61 nama yang tak lengkap atau tak ber-NIK, KPU tidak dapat menindaklanjutinya. 12 tanpa NIK, 3 tanpa NIK dan kurang dari 17 tahun, 43 tanpa NIK dan KK, serta tiga orang tanpa nomor KK dan kurang dari 17 tahun.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved