Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Pemkot Yogya Siap Sediakan Shelter Isolasi Mandiri untuk Pasien OTG

Pemkot Yogyakarta siap memfasilitasi shelter khusus pasien positif Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta siap memfasilitasi shelter khusus pasien positif Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hal tersebut sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan dimana OTG dianjurkan menjalani isolasi mandiri.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pun berujar, sejauh ini di wilayahnya masih terdapat 36 pasien positif Covid-19.

Dari jumlah tersebut, 9 pasien menunjukkan gejala dan dirawat di RS Rujukan, sementara sisanya berstatus OTG dan menjalani isolasi mandiri.

Pemkot Yogya Peringati HUT RI ke-75 dengan Program Gebrak Masker

"Jadi, hanya ada 9 pasien yang masuk RS, selebihnya OTG semua, mereka karantina di rumah, sesuai keputusan dari kementerian, mereka isolasi mandiri," ucap Wawali saat dikonfirmasi pada Selasa (18/8/2020) siang.

Akan tetapi Heroe memastikan, 27 pasien tanpa gejala itu tidak mengalami kendala berarti, ketika harus menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

Karenanya, Pemkot pun sampai sekarang belum mempersiapkan shelter khusus untuk menampung mereka.

"Tetapi, kalau sewaktu-waktu ada yang perlu dirawat di shelter, kita siapkan. Sejauh ini, 27 pasien itu menyatakan sanggup isolasi mandiri. Kita akan siapkan kalau manakala ada yang butuh, meski hanya satu pasien, entah nanti mau sewa hotel, atau bagaimana," tambahnya.

Ia menjelaskan, pasien tak perlu ragu jika hendak minta bantuan Pemkot terkait tempat karantina, karena semua biaya ditanggung pihaknya.

Apalagi, kalau pasien tinggal satu rumah dengan lansia, ibu hamil, atau balita, yang tergolong lebih rentan tertular Covid-19.

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Yogya Tidak Tergesa-gesa Mulai Sekolah Tatap Muka

"Aturan dari kementerian kan harus isolasi mandiri. Jadi, kalau masuk ke shelter, ya Pemkot yang tanggung jawab. Kalau memang tidak mampu, tentunya kita bantu carikan shelter untuk isolasi mandiri," ungkapnya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan upaya pengawasan terhadap pasien yang melakoni isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

Yakni, menjalin koordinasi dengan perangkat lurah, camat, RT dan RW untuk menjalankan peran pengawasan.

"Nanti semua ikut memonitor mereka yang masih isolasi mandiri. Teman-teman dari Puskesmas juga sudah kami arahkan, mereka akan bantu support obat, vitamin, dan sebagainya ya, untuk tambahan asupan gizi pasien," pungkas Heroe. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved