Breaking News:

Gunungkidul

Tak Miliki Ponsel untuk BDR, Pelajar Asal Panggang Ini Sempat Ingin Berhenti Sekolah

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Widhiastuti memberikan ponsel tersebut usai apel pada Jumat (14/08/2020) pagi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Novi (kiri) pelajar asal Kapanewon Panggang menerima bantuan ponsel pintar dari Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Widhiastuti, Jumat (14/08/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejak pandemi COVID-19, seluruh pelajar di Gunungkidul terpaksa harus mengikuti aturan Belajar Dari Rumah (BDR).

Pembelajaran dan komunikasi dengan guru dilakukan secara daring, namun tak semua pelajar bisa melakukan hal tersebut.

Seperti yang dialami Tri Novi Handayani (16), pelajar kelas 8 SMP Negeri 2 Panggang.

Keluarganya yang kurang mampu secara ekonomi membuatnya sulit memiliki ponsel pintar untuk komunikasi BDR.

Selama BDR, Novi hanya bisa meminjam ponsel milik seorang warga di Kalurahan Girimulyo, Panggang.

Ia harus berjalan kaki sejauh 3 km dari rumahnya di Pedukuhan Prahu, Girimulyo.

Cegah Covid-19 Klaster Sekolah, Pemda DIY Putuskan Belum Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

"Kebetulan yang meminjamkan punya toko aksesoris ponsel, jadi saya mengerjakan tugas sekolah di situ," tutur gadis kelahiran 9 Oktober 2005 ini.

Beruntungnya, pemilik ponsel tersebut juga mengijinkan Novi menggunakan kuota internet yang ada.

Ia mengaku sudah 4 bulan ini melakukan hal tersebut, berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB dan tiba di toko sejam kemudian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved