Breaking News:

bisnis

Penjualan Ponsel di China Menurun hingga 35%, Apple dan Huawei Sulit Ekspor

Penjualan ponsel di china menurun hingga 35%, apple dan huawei ikut merasakan dampaknya

(Wahyunanda Kusuma Pertiwi/KOMPAS.com)
iPhone 11 series yang terpajang di salah satu Apple Store di Singapura. 

TRIBUNJOGJA.COM- Permintaan akan produk ponsel di China terus menurun di tengah wabah corona yang menyerang. Data yang dirilis oleh lembaga pemerintah pada hari Selasa, (11/8), menunjukkan penjualan menurun hingga 35%.

Menurunnya permintaan ini membuat sejumlah perusahaan ponsel terkemuka seperti Huawei dan Apple khawatir.

Terutama Apple yang sejak pandemi ini benar-benar merasakan dampak dari sulitnya ekspor.
Pada bulan Juli lalu, para produsen ponsel hanya mengirimkan 21,3 juta unit ponsel ke seluruh China. Jumlah ini menurun cukup drastis dari 33 juta unit pada tahun lalu.

China Academy of Information and Communications Technology (CAICT), lembaga penelitian yang didukung pemerintah China, mencatat penurunan persentase pengiriman yang lebih tajam jika dibandingkan dengan bulan Mei (turun 10%) dan bulan Juni (turun 16%), seperti yang dilansir oleh Kontan.

Menurut laporan Reuters, pada bulan April lalu CAICT sempat melaporkan bahwa pengiriman produk ponsel di China mulai meningkat sebesar 17%.

Peningkatan ini cukup di luar dugaan mengingat saat itu wabah COVID-19 sedang ada di puncaknya.
Saat itu baik pemerintah China maupun para produsen ponsel melihat adanya sedikit harapan di tengah masa sulit akibat pandemi.

Sejak pandemi melanda, penjualan ponsel di China perlahan menurun. Hal ini tidak lepas dari aturan ekspor dan impor yang diperketat demi mencegah penyebaran virus.

Bahkan merek besar seperti Apple saja sempat dibuat kesulitan karena sejumlah pabrik utamanya yang ada di China terpaksa tutup akibat wabah penyakit yang melanda.

Di sisi lain, merek lokal seperti Huawei juga mulai khawatir setelah data pengiriman bulan Juli dirilis. Sebelum ini penjualan domestik Huawei sempat meningkat berkat adanya sentimen anti-produk AS di China.

Huawei dan sejumlah merek ponsel lokal lainnya jelas mendapatkan keuntungan dari kampanye tersebut. Tapi sayang, data bulan Juli yang baru dirilis sepertinya harus mebuat Huawei memutar otak lebih lama lagi.

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved