Breaking News:

Bisnis

OJK DIY Meminta Perbankan Terapkan Prinsip Kehati-Hatian untuk Menjaga Likuiditas

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Parjiman mengatakan,untuk bertahan perbankan harus lebih teliti dalam menjaga likuiditas asetnya pada masa pa

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala OJK DIY, Parjiman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nnada Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada masa pandemi ini, perekonomian sedang dalam keadaan yang tertekan termasuk sektor industri jasa keuangan seperti perbankan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Parjiman mengatakan,untuk bertahan perbankan harus lebih teliti dalam menjaga likuiditas asetnya pada masa pandemi seperti ini.

"Mereka (perbankan) harus terapkan prinsip kehati-hatian dalam meminjamkan modal kepada para nasabah. Jangan sampai menjadi bumerang pada masa yang akan datang," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, Senin (10/08/2020).

Adapun, lanjut Parjiman, ada tiga kriteria yang harus dipenuhi nasabah dalam prinsip kehati-hatian yaitu ketepatan pembayaran untuk mengembalikan cicilan, prospek usaha dipastikan mengalami pergerakan, dan kondisi keuangan pun harus ditinjau sebagai pertimbangan kemampuan nasabah dalam membayar cicilan.

OJK DIY Menilai Performa BPR Masih Terjaga di Tengah Pandemi

Sehingga, dengan diterapkannya prinsip ini dapat meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kemacetan pembayaran oleh nasabah pada masa yang akan datang.

"Memang untuk perbankan, pertimbangan manajemen risiko itu perlu dilakukan. Mengingat situasi yang serba dilema ini. Jangan sampai, ketidak telitian malah membuat sektor jasa keuangan mengalami kebangkrutan karena tak adanya likuiditas lagi," ujarnya.

Tak hanya itu, stimulus yang diberikan oleh pemerintah kepada para perbankan haruslah tepat sasaran.

Sehingga, tujuan dari adanya stimulus pada masa pandemi ini bisa tercapai.

"Stimulus yang diberikan pemerintah tujuannya untuk menggerakkan perekonomian di masa sulit ini. Maka, para perbankan perlu bijak dalam memberikan bantuan kepada nasabahnya," tuturnya.

OJK  Berkomitmen Tingkatkan Perbaikan Sesuai Laporan BPK RI

Dengan begitu, ketika tepat sasaran pada pemberian stimulus pada sektor riil. Akan mengakibatkan percepatan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, untuk meringankan beban sektor perbankan, OJK pun memberikan stimulus berupa tidak wajibnya perbankan melakukan pencadangan aset selama pandemi.

Parjiman menjelaskan, cara ini dilakukan untuk memberikan ruang pada perbankan agar memanfaatkan keringanan tersebut dalam menjaga likuiditas.

"Ya, sebagai upaya agar perbankan tidak pailit maka diperbolehkan tidak melakukan pencadangan aset yang dulunya wajib dilakukan sebesar 50 persen dari total aset. Kini, beban perbankan menjadi lebih ringan dan bisa lebih fokus pada ketersediaan likuiditas," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved