Harga Mobil Bekas Murah di Bawah Rp 100 Juta Paling Diburu

Adanya pembatasan kendaraan roda empat di sejumlah ruas jalan itu membuat penjualan mobil seken mengalami peningkatan.

Editor: ribut raharjo
Storeware
Ilustrasi showroom mobil bekas 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga masalah ekonomi.

Di Jakarta, diterapkannya kembali aturan ganjil genap di wilayah DKI Jakarta di tengah pandemi Covid-19, berimbas pada pasar mobil bekas.

Adanya pembatasan kendaraan roda empat di sejumlah ruas jalan itu membuat penjualan mobil seken mengalami peningkatan.

Banyak masyarakat yang akhirnya membeli mobil bekas untuk menghindari menggunakan transportasi umum lantaran khawatir tertular virus Corona.

Kondisi inilah yang disinyalir mendorong masyarakat akhirnya memilih membeli mobil bekas dengan harga terjangkau.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih kepada Kompas.com belum lama ini.

Herjanto juga mengatakan, keberadaan mobil bekas di bawah Rp 100 juta banyak diminati oleh konsumen.

Terlebih, jika mobil seken tersebut bisa didapatkan dengan cara kredit maka akan semakin menarik pembeli.

“Dengan adanya penerapan ganjil genap mobil yang harganya Rp 100 juta ke bawah berkibar, semua mencari yang murah tidak peduli jenisnya, terus bisa kredit,” ujarnya.

Herjanto juga mengatakan, kondisi seperti ini memang membuat pedagang mobil bekas bisa menjual unitnya lebih banyak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved