Breaking News:

Sleman

Porda XVI Diundur, KONI Sleman Punya Waktu Panjang Siapkan Diri

Porda XVI DIY yang akan digelar di Sleman disepakati diundurkan jadwal pelaksanaannya, dari tahun 2021 menjadi tahun 2022 tepatnya 1-9 September 2022.

TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Ketua Umum KONI Sleman, Ir Pramana 

TRIBUNJOGJA.COM - Komite Olahraga Nasional (KONI) Sleman punya waktu panjang mempersiapkan diri baik sebagai tuan rumah maupun peserta Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIY seiring disepakatinya perubahan jadwal pelaksanaan.

Sebagaimana diketahui, Porda XVI DIY yang akan digelar di Sleman disepakati diundurkan jadwal pelaksanaannya, dari tahun 2021 menjadi tahun 2022 tepatnya 1-9 September 2022.

Ketua Umum KONI Sleman, Ir Pramana mengatakan, mundurnya jadwal pelaksanaan Porda di satu sisi menjadi keuntungan bagi kontingen Sleman lantaran bisa mempersiapkan diri dengan waktu lebih panjang. 

Apalagi, KONI Sleman berharap pada ajang Porda XVI di Sleman bisa meraih gelar juara umum tiga kali berturut-turut atau hattrick.

PORDA XVI DIY Disepakati Digelar 1-9 September 2022

"Tentunya sebagai tuan rumah Porda DIY yang akan datang, Sleman akan banyak diuntungkan meskipun tidak boleh lengah dan ini jadi kesempatan jadi juara umum tiga kali berturut-turut yang menjadi target kami dari KONI Sleman," kata Ir Pramana.

Guna merealisasikan target yang diusung baik sukses prestasi sekaligus sebagai tuan rumah, Pramana mengatakan diperlukan kerja keras dan keseriusan dari seluruh pihak yang terlibat. 

Untuk itu, Pramana mengupayakan pelaksanaan Pelatihan Kabupaten (Pelatkab) dilakukan lebih maksimal. 

"Kami sampaikan agar semua cabang olahraga (cabor) dapat mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dengan daerah yang lain," jelas Pramana.

Ini Pertimbangan Mundurnya Porda XVI DIY hingga September 2022

Lebih lanjut Pramana mengatakan, mundurnya jadwal pelaksanaan Porda diperkirakan menyisakan sebuah kendala yakni pendanaan tiap cabor.

"Sepertinya nanti akan jadi kendala bersama baik Sleman dan daerah lain, perkiraan saya yakni soal pendanaan. Karena di 2020 kita tahu bersama hampir di seluruh daerah di Indonesia mengalami defisit anggaran. Nah di tahun 2021 andaikan situasi sudah normal, ini masih digunakan intuk menutup defisit di tahun 2020. Ini pasti akan berpengaruh terhadap pendanaan di masing-masing cabor," kata Pramana.

"Namun kami harus menyiapkan dengan segala upaya yang ada untuk tetap bisa berlatih. Kami berharap nanti cabor-cabor bisa bertanding di Sleman semua, kecuali beberapa cabor seperti dayung," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved