Breaking News:

Sleman

Lanjutkan Sosialisasi Tol, Dispertaru DIY Sebut Tirtoadi Adalah Simpul Paling Seksi

Kelurahan Tirtoadi menjadi titik simpul antara Yogya- Solo, Yogya-Bawen, dan rencananya Yogya-Cilacap segmen Yogya Kulon Progo.

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Suasana Balai desa Tirtoadi saat sosialisasi pembangunan tol Yogya-Bawen, Selasa (04/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Proses sosialisasi tol Yogja-Bawen masih berjalan.

Kali ini, proses sosialisasi dilakukan di Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno mengatakan kurang lebih ada 277 bidang yang terdampak pembangunan tol, dengan demikian minimal ada 277 pemilik lahan yang ikut terdampak.

Dalam proses sosialisasi tersebut ditemukan ada nama-nama kepemilikan yang tidak sesuai.

Hal itu karena masih banyak proses jual beli tanah yang belum balik nama.

Mengurai Kepentingan Pembangunan Tol di DIY

"Inilah yang harus kita sisir kepemilikannya. Tadi disampaikan ada beberapa yang ternyata nama pemilik lama. Makanya kita sampaikan, harus ada komitmen juga dari masyarakat agar kelengkapannya segera disiapkan, kami sampaikan waktu satu bulan,"katanya usai sosialisasi di Balai desa Tirtoadi, Selasa (04/08/2020).

Krido mengungkapkan, kelurahan Tirtoadi adalah simpul yang paling seksi.

Sebab Tirtoadi menjadi titik simpul antara Yogya- Solo, Yogya-Bawen, dan rencananya Yogya-Cilacap segmen Yogya Kulon Progo.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada masalah.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved