Breaking News:

Sleman

Penasihat Hukum Minta Terdakwa Kasus Susur Sungai Dibebaskan

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Anas Mustakim, ketiganya didakwa pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP dengan tuntutan

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Seorang terdakwa susur sungai SMPN 1 Turi, DDS (58) mengikuti sidang dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (03/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Persidangan kasus susur sungai SMPN 1 Turi masih terus bergulir.

Tiga terdakwa, DDS (58), RY (38), dan IYA (36) menjalani sidang dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Anas Mustakim, ketiganya didakwa pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP dengan tuntutan 2 tahun penjara.

Penasihat Hukum DDS, Safiudin meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa.

Menurut dia unsur-unsur dalam pasal dakwaan tidak terpenuhi.

Satu Terdakwa Kasus Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa SMP N 1 Turi Dituntut 2 Tahun Penjara

Ada empat unsur yang termuat dalam pasal 359 KUHP, yaitu unsur barang siapa, unsur karena kesalahannya atau kealpaannya, unsur menyebabkan orang lain mati, dan unsur mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melalukan.

Pada unsur barang siapa, penasihat hukum DDS menilai jaksa penuntut umum tidak bisa membuktikan dengan baik.

Sebab dalam hal subyek hukum, terdakwa hanya menjalankan tugas yang diberikan gugus depan SMPN 1 Turi.

Faktanya, terdakwa melakukan tugasnya sebagai petugas dokumentasi dan petugas finis.

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved