Temukan Ratusan Penerima Ganda di Kota Yogya, Dana BST Dikembalikan ke KAS daerah

Ada ratusan warga miskin di Kota Yogyakarta yang menerima lebih dari satu program bantuan sosial

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah memberikan bantuan sosial tunai (BST) periode April hingga Juni.

Totalnya ada sekitar 38.000 warga Kota Yogyakarta yang mendapat bantuan sosial, baik dari program pemerintah pusat, pemeritah provinsi, maupun kota.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat, mengatakan ada ratusan warga miskin Kota Yogyakarta yang menerima lebih dari satu bantuan sosial.

Kebanyakan, warga sudah mendapat bantuan dari program lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, maupun BST dari pusat dan DIY.

"Kami mencatat ada 525 data ganda, ada juga yang masih belum sempat mengambil. Tetapi paling banyak penerima ganda. Secara aturan kan tidak boleh menerima lebih dari satu program bantuan, kalau sudah mendapat dari pusat, maka tidak mendapat dari provinsi atau kota,"katanya, Minggu (02/08/2020).

Dengan demikian, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk BST kemudian dikembalikan ke kas daerah.

Sebab penerima BST dirasa tidak lagi berhak menerima bantuan, karena sudah mendapat bantuan dari program lain.

Namun bagi warga Kota Yogyakarta yang belum sempat mengambil BST APBD Kota Yogyakarta, masih diberikan kesempatan untuk mengambil melalui kantor pos. Pihaknya membatasi pengambilan hingga 8 Agustus 2020.

"Memang ada beberapa warga yang belum mengambil bantuan. Kebanyakan karena berada di luar kota dan terjebak pembatasan sosial skala besar, sehingga belum bisa pulang,"terangnya.

"Jadi kami berikan dua kesempatan, kalau tidak ada perpanjangan masa tanggap darurat, maka bantuan tersebut hanya bisa diakses hingga 31 Juli di kantor pos. Tetapi jika ada perpanjangan, maka diperpanjang sampai 8 Agustus," sambungnya.

Agus menyebut realisasi bantuan sosial untuk warga Kota Yogyakarta memang tidak bisa 100 persen.

Realisasi bantua dari pemerintah pusat mencapai 92 persen, sedangkan pemerintah DIY sekitar 89 persen.

"Memang tidak bisa 100 persen, ada warga yang sudah meninggal dunia, pindah kependudukan, ada juga yang tidak diketahui keberadaannya,"ujarnya.

Terkait bantuan sosial periode dua dari pusat, pihaknya masih belum memperoleh infomasi yang pasti. Ia pun masih menunggu kebijakan selanjutna dari pusat. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved