Bisnis

Warung Ikan Mamayo Kenalkan Menu Makanan Berbahan Ikan Gient Trevelly yang Pertama di Yogyakarta

Ikan Gient Trevelly mengandung protein omega paling tinggi jika dibandingkan dengan ikan air tawar dan ikan laut jenis lainnya.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Perintis Usaha Warung Ikan Mamayo di Jalan Serutan Raya Nomor 1 Kav 5&6, Depok, Yogyakarta yakni Renaldy Pujiansyah (21) sebagai Digital Marketing dan Andra Lesmana (27) sebagai Koordinator Menu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, ketiga anak muda yakni Andra Lesmana (27), Renaldy Pujiansyah (21) dan Taslim Rahim (27) memperkenalkan usaha kuliner yang dirintisnya bernama Warung Ikan Mamayo.

Warung Ikan Mamayo berlokasi di Jalan Serutan Raya Nomor 1 kav 5 & 6, Depok, Yogyakarta yang menyajikan satu varian menu makanan dari Ikan Gient Trevelly.

"Penggunaan bahan Ikan Gient Trevelly dipilihnya karena merupakan komoditi ekspor yang kita coba manfaatkan karena memang rumah makan di Yogyakarta yang cukup jarang menggunakan ikan tersebut. Mungkin di Yogyakarta ini untuk pertama kalinya," jelas Andra Lesmana yang merupakan Koornator Menu di Warung Ikan Mamayo Sabtu (1/8/2020).

Jasa Wedding Organizer di Yogyakarta Mulai Menggeliat di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Menurutnya, Ikan Gient Trevelly mengandung protein omega paling tinggi jika dibandingkan dengan ikan air tawar dan ikan laut jenis lainnya.

Ikan tersebut juga disuplai dari nelayan di Pantai Utara Jawa seperti Rembang dan Pekalongan.

Terlebih menu makanan ini juga telah diperkenalkan di Bali oleh sebab itu dikenal dengan makanan jatuh dari Surga.

Warung Ikan Mamayo menawarkan 1 paket lengkap dari Surga berupa nasi, sup ikan dan ikan goreng dengan harga Rp 30.000

"Tapi khusus 8 Agustus 2020, ada diskon 50 persen jadinya Rp 15.000 sepaket," bebernya.

Andra yang juga sebagai peraih Juara 1 di Diplomat Challenge 2017 lalu mengatakan, untuk segmentasi usaha kuliner ini yaitu menyasar ke keluarga namun tidak menutup kemungkinan kaum milenial.

BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY

Sementara untuk pengolahannya juga menggunakan treatment khusus.

"Karena ikan laut pengolahannya memiliki treatment khusus yaitu dengan diberi bumbu dan didiamkan selama semalam. Setelah itu baru proses dimasak dengan kuah dan digoreng dengan bumbu tersebut yang direndam selama 1x24 jam," ucapnya.

Selain itu, perbedaan menu masakan di Warung Ikan Mamayo dengan rumah makan yang telah tersedia di Bali yaitu rasa dan harganya.

"Kalau di Yogyakarta, rasa sambalnya lebih agak manis sedikit jika dibandingkan di Bali karena menyesuaikan dengan lidah lokal di Yogyakarta. Selain itu juga dari segi harga. Di Jogja harganya lebih murah 50 persen dibandingkan di Bali,"pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved