Update Corona di DI Yogyakarta
Warga Satu RT di Cangkringan Mendapat Bantuan Logistik saat Karantina Mandiri
Kecamatan Cangkringan yang kini menjadi zona kuning terus berupaya agar penularan Covid-19 bisa ditekan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kecamatan Cangkringan yang kini menjadi zona kuning terus berupaya agar penularan Covid-19 bisa ditekan.
Sebelumnya, seorang pendatang dari Jakarta tiba di Kecamatan Cangkringan dan dikonfirmasi positif Covid-19.
Pasien tersebut perempuan berusia 39 tahun dengan riwayat perjalanan dari Jakarta.
Camat Cangkringan, Suparmono menjelaskan, bahwa perempuan tersebut sudah sakit ketika tinggal di Jakarta.
Ia tak bisa berbuat banyak ketika pasien tersebut datang ke Cangkringan.
• BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY
"Itu pendatang dari jakarta, ibu itu memang sudah sakit, tapi dia datang ke cangkringan tanggal 13 juli. Sebenarnya dia datang ke Sleman untuk berobat, dia di jakarta hidup sendiri," terangnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia meminta agar ibu itu melakukan karantina mandiri dan melakukan rapid test di Puskesmas.
Setelah melakukan rapid test dua kali, ternyata yang bersangkutan dinyatakan reaktif.
Perempuan itu lantas dirujuk ke RSUD Prambanan untuk melakukan swab, dan pada tanggal 27 juli kemarin ia mendapatkan informasi bahwa pendatang tersebut dinyatakan positif covid-19.
"Tindak lanjutnya, agar tidak menyebar, kemudian kita tracing di dusun. Ada tiga rumah yang berdekatan yang dengan jumlah 18 orang, mereka kita minta untuk isolasi dan tanggal 28 pagi kita lakukan RDT," urainya.
• Rincian 64 Kasus Covid-19 Baru di DIY Mulai dari Gunungkidul, Bantul, Sleman, Yogya dan Kulon Progo
Dari 18 orang yang melakukan RDT, satu orang dinyatakan reaktif.
Ia adalah ibu dari pendatang tersebut yang berumur 80 tahun, yang kemudian pihaknya juga merujuk di RSUD Prambanan untuk penanganan lebih lanjut.
"Kemudian kita berembug dengan dusun, desa dan warga disitu kemudian disepakati satu RT terdiri delapan rumah dengan 34 warga mereka mulai isolasi mandiri. Untuk keperluan logistik, warga akan gotong royong untuk membantu," ujarnya.
Suparmono menjelaskan bahwa pihaknya sejak awal sudah berkoordinasi dengan desa.
Normalnya, jika ada warga luar daerah yang ingin pulang ke Cankringan, pihak desa akan meminta agar warga luar daerah tersebut untuk sementara ini tidak datang atau pulang ke Cangkringan terlebih dahulu.
Dengan upaya tersebut, Cangkringan menjadi satu di antara kecamatan yang paling sedikit jumlah pendatang/pemudiknya.
• Tak Ada Zona Hijau Covid-19 di Wilayah Sleman, Ini Daftar Rinciannya
Hal itu membuat Cangkringan menjadi zona hijau selama kurang lebih empat bulan.
"Tapi kasus ibu ini juga kasihan, dia sakit sendiri (di jakarta)," paparnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Joko Hastaryo mengatakan bahwa pendatang dari luar kota hari ini tidak bisa terhindarkan.
"Dulu di awal memang ketat, orang yang datang ke sleman harus lapor RT/RW, kemudian diteruskan ke dukuh hingga tingkat atasnya. Sementara saat ini cenderung kendor. Karena kesan normal baru, semua aturan agak dilonggarkan. Untuk ke depan akan melakukan pengetatan atau pendisiplinan," ujarnya.
Maka dari itu, yang terpenting saat ini adalah melakukan upaya agar pihaknya segera dengan cepat menemukan pendatang yang positif, dan melakukan penanganan agar tidak menulari warga sekitarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)