Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Kota Yogya 90 Persen Punya Riwayat Perjalanan Luar Kota

Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Kota Yogya 90 Persen Punya Riwayat Perjalanan Luar Kota

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan keterangan kepada wartawan di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (28/07/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut, secara umum masyarakat setempat yang tertular Covid-19 memiliki riwayat perjalan ke luar kota.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah Pemda DIY yang memperpanjang masa tanggap darurat di wilayah itu.

"Selama masih ada temuan kasus artinya penyebaran masih ada dan tentu saja keadaan belum sepenuhnya aman.

Sehingga perpanjangan itu masih penting dilakukan. Kami juga melihat sebanyak 90% kasus di Yogya adalah riwayat perjalanan luar kota.

Maka langkah paling memungkinkan sekarang memang perpanjangan status tanggap darurat," kata Heroe, Sabtu (1/8).

Di sisi lain, beberapa hari belakangan lonjakan kasus sempat meninggi. Ditambah pula dengan kondisi perguruan tinggi yang akan memasuki tahun ajaran baru, sehingga potensi kedatangan mahasiswa baru dari luar kota patut diwaspadai.

"Sehingga penguatan protokol COVID-19 harus di intensifkan termasuk juga pengawasan di lapangan," ujarnya.

Kasus Covid-19 Meluas, BPBD Bantul Latih FPRB untuk Pemakaman Jenazah Virus Corona

Gubernur Kepri Isdianto dan Lima Stafnya Positif Virus Corona, Pernah ke Jakarta dan Medan

Heroe mengatakan, kondisi tanggap darurat sedikit banyak juga cukup efektif untuk mengontrol mobilitas masyarakat di masa pandemi.

Pembatasan perjalanan menjadi penting untuk memutus mata rantai penyebaran secepat mungkin.

Di sisi lain, kecepatan pemerintah dalam merespon situasi juga mendapat prioritas.

Penanganan kepada pasien dan pelacakan yang akurat menjadi kunci dalam menekan jumlah kasus agar tidak semakin banyak.

"Baik itu respon penanganan kesehatan, penanganan persoalan sosial ekonominya dan penanganan anggarannya sangat penting di masa sekarang," kata dia.

Pun dengan masuknya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemkot disebut dia mesti pula waspada terhadap kedatangan wisatawan di beberapa tempat wisata.

"Meskipun di Kota Yogya kasus perkembangan tidak banyak, tetapi tamu dari luar kota sudah berdatangan, baik mahasiswa maupun wisatawan, jadi mesti mendapat atensi yang lebih memang," katanya. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved