Breaking News:

Pendidikan

Kepala BSN: 1.421 Laboratorium Penguji Sudah Terakreditasi

Laboratorium yang sudah mendapat standarisasi dan penyesuaian dari KAN ini berarti sudah diakui secara internasional.

istimewa
Suasana Webinar Standardization and Quality Assurance in Chemical Analysis Laboratories yang diselenggarakan Fakultas Farmasi UGM, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Indonesia Drs. Kukuh Syaefudin Achmad, M.Sc., mengatakan sebanyak 1.421 laboratorium penguji yang sudah mendapat akreditasi dari lembaga Komite Akreditasi Nasional.

“Sejak 1998 hingga sekarang ini, laboratorium pengujian yang sudah diakreditasi oleh KAN sebanyak 1.421 laboratorium,” kata Kukuh dalam  Webinar Standardization and Quality Assurance in Chemical Analysis Laboratories yang diselenggarakan Fakultas Farmasi UGM, Rabu (29/7/2020).

Selain laboratorium pengujian, ada juga laboratorium 321 lab kalibrasi, 75 lab medik dan 24 lab penyelenggara uji profisiensi yang sudah mendapat akreditasi.

Menurutnya laboratorium yang sudah mendapat standarisasi dan penyesuaian dari KAN ini berarti sudah diakui secara internasional.

Pakar UGM Sebut Kebijakan Pemerintah dan Kedisiplinan Masyarakat Kunci Berakhirnya Pandemi

“Proses akreditasi lab yang dilakukan oleh KAN sudah diakui lembaga internasional,” paparnya.

Menurutnya laboratorium perlu mendapat pengakuan standarisasi sesuai dengan amanat UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

“Standarisiasi dikelola BSN lalu akreditasi dikelola KAN, sedangakan metrologynya juga dari BSN,” ujaranya.

Laboratorium yang lolos penilaian akreditasi nantinya akan mendapat SNI ISO 17025 di mana di antaranya memenuhi kriteria penilaian kompetensi, ketidakberpihakan dan konsistensi pengeoperasian lab, dan digunakan untuk konfirmasi atau pengakuan kompetensi oleh customer.

Dosen Farmasi Universitas Surabaya Prof. Dr. Gunawan Indrayanto, mengatakan metode validasi yang diterapkan dalam sebuah laboratorium bisa mendorong peningkatan kualitas jaminan mutu dari standarisasi laboratorium industri obat, makanan dan kosmetik.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 1 Agustus 2020, Tambahan 67 Kasus Baru

Meski demikian, kemampuan SDM, metode dan material yang diuji juga saling mempengaruhi.

“Jika analisis baku dan alat yang digunakan bagus namun bahan yang digunakan tidak bagus juga tidak akan berguna,” katanya.

Dosen Farmasi UGM Prof. Dr. Sudibyo Martono proses dokumentasi dan pelacakan sampel perlu dikedepankan oleh laboratorium analisis kimia agar bisa mendapat pengakuan dan kepercayaan dari pengguna.

” Dokumentasi menjadi penting bila mana ada orang ingin tahu pekerjaan spesifik yang sudah dilakukan, kita sampaikan SOP, metode dan analisis kerja dengan tata cara pekerjaan yang dilakukan sehingga layak dipercaya,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved