Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Jasa Wedding Organizer di Yogyakarta Mulai Menggeliat di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) jasa wedding organizer di Yogyakarta mulai menggeliat.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) jasa wedding organizer di Yogyakarta mulai menggeliat.

Satu di antaranya yaitu jasa wedding organizer di Kapulaga Planner and Organizer.

Pemilik Wedding Organizer Kapulaga Planner and Organizer, Stanlus Julian mengatakan, mulai Agustus hingga Desember 2020 mendatang, jasa usaha wedding organizer yang dirintisnya mulai menerima klien.

"Kami ada 4 even pernikahan selama Agustus 2020. Setiap bulan juga ada klien yang masuk sampai Desember 2020," ucap Stanlus yang juga menjabat sebagai Ketua 2 Gappy saat dihubungi Tribunjogja.com Jumat (31/7/2020).

Jelang Fase New Normal, Jasa Wedding Organizer di Yogyakara Perlahan Mulai Kembali Menggeliat

WO Kapulaga Planner and Organizer tergabung di dalam Ikappesty yang juga termasuk di dalam Gabungan Penyelenggara Pernikahan Yogyakarta (GAPPY).

Perlu diketahui GAPPY telah menyelenggarakan simulasi pernikahan di masa adaptasi kebiasaan baru pada Kamis (16/7/2020) lalu di Sportarium UMY.

Pada simulasi tersebut melibatkan Pemda DIY, Pemkab dan Pemkot, dinas-dinas terkait dan supervisi dibawah Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY.

Ia mengungkapkan, pada simulasi tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.

BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY

"Beliau menitipkan pesan pada dasarnya segala kegiatan termasuk pernikahan untuk tetap menghindari Covid-19 sehingga dapat mengantisipasinya dengan panduan protokol kesehatan yang ditentukan," kata Stanlus

Oleh sebab itu, di tengah masa tanggap DIY yang diperpanjang hingga 31 Agustus 2020, pelaksanaan pernikahan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. 

Serta diberlakukan pembatasan tamu yang hadir di prosesi pernikahan yaitu 50 persen dari undangan yang hadir pada kondisi normal.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari kerumunan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved