Yogyakarta

Negara Tujuan Belum Dibuka Sepenuhnya, BP2MI DIY Terancam Kehilangan Devisa Pekerja Migran

Akibat adanya pandemi Covid-19 selama kurang lebih empat bulan terakhir ini, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Daerah Istimewa Yogya

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Akibat adanya pandemi Covid-19 selama kurang lebih empat bulan terakhir ini, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terancam kehilangan devisa sebesar Rp325 miliar.

Secara keseluruhan jika di total jumlah Pekerja Migran Indonesia asal DIY baik yang tercatat maupun tidak tercatat mencapai Rp400 miliar.

Seiring adanya pemulangan para pekerja migran asal DIY, secara otomatis pengurangan pendapatan devisa dari Pekerja Migran Indonesia ini terjadi.

Hal itu diakui Kepala BP2MI DIY, Suparjo yang menyampaikan terkait hal tersebut.

Menurutnya, dalam satu tahun sebelumnya atau pada 2019 pendapatan devisa dari Pekerja Migran Indonesia asal DIY mencapai Rp325 miliar.

"Itu dari Pekerja Migran Indonesia yang tercatat, kalau ditotal dengan yang tidak tercatat ya bisa sampai Rp400 miliaran," katanya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (31/7/2020).

Ada 327 Pekerja Migran Bermasalah Sosial di DIY, BP2MI Anggap Persoalan Muncul Karena Depresi

Ia menambahkan, dibukanya kembali penempatan ke 14 negara melalui keputusan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) nomor 294 tahun 2020, seharusnya menjadi angin segar bagi 1.500 Pekerja Migran Indonesia yang siap berangkat dari DIY pertahunnya.

Namun, menurut Suparjo mayoritas Pekerja Migran Indonesia asal DIY ditempatkan di Malaysia.

Sedangkan 14 negara yang sudah siap dibuka bukan prioritas tujuan PMI asal DIY.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved