Yogyakarta

DLHK DIY : Bakteri E Coli Air Sungai Diperkirakan Meningkat 15 Persen Akibat Limbah Hewan Kurban

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) imbau masyarakat agar tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai.

ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) imbau masyarakat agar tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai.

Pasalnya, DLHK DIY menyebut telah terjadi pencemaran bakteri Eschericia Coli atau E Coli yang cukup tinggi di sungai-sungai yang berada di DIY.

Sumber bakteri ini beragam.

Namun, sebagian besar bakteri tersebut berasal dari kotoran manusia maupun hewan yang dibuang ke sungai.

Hal itu diungkapkan Kepala DLHK DIY, Sutarto. Ia mengatakan, tingkat pencemaran bakteri E Coli di sungai yang ada di DIY sudah mencapai 13.000 dari batas normal 3.000 bakteri per 100 cc air.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Berpotensi Jadi Penyakit Jantung, Simak Tips Pencegahannya

Kondisi ini membuat DLHK DIY mengimbau agar masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai atau sekitarnya.

"Tapi kenyataan lapangan di tempat-tempat itu banyak dicuci tempat selokan dan sungai-sungai kecil," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (31/7/2020).

Meski begitu, Sutarto menyadari masyarakat memang sudah sadar lingkungan.

Hal itu dilihat dari pemilihan bungkus daging yang digunakan menggunakan bahan ramah lingkungan.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved