Breaking News:

Bisnis

Aplikasi Visiting Jogja Mendapatkan Respon Cukup Baik di Masyarakat

Sejak 10 Juli 2020 hingga Kamis (30/7/2020) kemarin, wisatawan yang telah terdata sekitar 1.000 lebih.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) selain melakukan monitoring evaluasi uji coba pembukaan destinasi terbatas, Dinas Pariwisata DIY juga sedang menyiapkan digital ekosistem melalui aplikasi maupun website Visiting Jogja.

Nantinya digital ekosistem akan memudahkan wisatawan untuk mengunjungi Yogyakarta secara aman dan mengantisipasi antrean yang mengular.

Di masa adaptasi kebiasaan baru ini, kunjungan wisatawan akan dibatasi dari sisi jumlah pengunjung yang masuk dalam kurun waktu tertentu dan terbatas dari jam maupun hari pelayanan.

Oleh sebab itu, untuk memastikan bisa masuk ke dalam destinasi wisata disarankan untuk melakukan reservasi melalui Visiting Jogja baik melalui aplikasi maupun website.

Diskominfo DIY Luncurkan Aplikasi Cared Jogja Sebagai Tanda Pengenal Digital untuk Berwisata

"Melalui Visiting Jogja selain reservasi online, kita juga mendata jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mudah untuk ditelusuri," tutur Singgih Raharjo dalam acara Ngobrolin Jogja dengan tema "Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Sektor Wisata DIY" yang disiarkan melalui channel YouTube Humas Jogja dan Kominfo DIY pada Kamis (30/7/2020).

Walaupun belum diluncurkan secara resmi, aplikasi Visiting Jogja mendapatkan respon yang cukup bagus.

Singgih merinci sejak 10 Juli 2020 hingga Kamis (30/7/2020) kemarin, wisatawan yang telah terdata sekitar 1.000 lebih.

Lebih lanjut, kata dia aplikasi Visiting Jogja rencananya akan diluncurkan secara resmi sebelum pertengahan Agustus.

Sejak 10 Juli 2020 tersebut, wisatawan yang datang ke Yogyakarta lebih banyak didominasi oleh wisatawan lokal (wislok) yang mencapai lebih dari 50 persen.

BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY

Sedangkan untuk Non DIY, kunjungan wisatawan yang paling tinggi dari Jawa tengah serta dari provinsi lain misalnya Jakarta namun jumlahnya masih kecil.

Sementara dari segi usia, wisatawan dengan usia 15-30 tahun lebih banyak jika dibandingkan usia 30 tahun ke atas.

Ia juga mengungkapkan, untuk destinasi wisata yang banyak dikunjungi yaitu wisata alam.

"Karena mungkin wisatawan sudah cukup smart membaca beberapa literatur jika wisata alam lebih aman dibandingkan ruangan yang tertutup," ucapnya.

Selain itu untuk pembayaran, wisatawan dimudahkan dengan akses non tunai. 

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kontak fisik secara langsung. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved