Kota Yogyakarta

Walikota Yogya Imbau Panitia Kurban Tak Gunakan Plastik untuk Distribusi Daging

Menurut dia, masyarakat bisa mengganti pembungkus daging kurban dengan besek atau daun. Masyarakat juga bisa memakai tempat sendiri dalam pendistribu

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Walikota Yogyakarta mengimbau panitia kurban mengurangi sampah plastik saat Idul Adha.

Caranya adalah tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus daging kurban.

"Dalam pendistribusian daging, biasanya panitia menggunakan plastik. Plastik itu kan barang yang kurang ramah lingkungan, penguraian lama, jadi saya mengimbau masyarakat untuk tidak memakai plastik untuk membungkus. Sebagai gantinya, bisa dengan wadah yang ramah lingkungan. Dengan tidak memakai plastik, artinya kita semua sudah berkontribusi dalam mengurangi sampah Kota Yogyakarta,"katanya, Kamis (30/07/2020).

Menurut dia, masyarakat bisa mengganti pembungkus daging kurban dengan besek atau daun.

Masyarakat juga bisa memakai tempat sendiri dalam pendistribusian.

Ia pun berharap, meskipun di tengah pandemi COVID-19, semangat berkuban masyarakat tetap tinggi.

Bacaan Doa, Panduan dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 1441 H

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana mengungkapkan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara daring.

Pihaknya memanfaatkan sosial media yang ada untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Menurut Suyana, memang masih banyak yang memakai plastik untuk membungkus daging kurban.

Namun demikian, perilaku masyarakat semakin baik.

"Kami sudah melakukan sosialisasi secara virtual kepada masyarakat,agar tidak menggunakan plastik. Untuk imbauan tidak pakai plastik kan baru mulai tahun lalu, tetapi sudah banyak yang menyadari. Ada yang pakai besek, terutama di sekolah-sekolah," ungkapnya.

Bahaya Sendok Plastik untuk Kesehatan

Sebagai alternatif,pihaknya menyarankan agar panitia kurban menggunakan pembungkus yang ramah lingkungan, seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, dan tempat makanan.

Selain mengimbau agar tidak memakai plastik, pihaknya meminta masyarakat tidak membuang kotoran jeroan ke sungai.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved