Breaking News:

Wabah Virus Corona

Sebagian Besar Penduduk Mumbai di Permukiman Kumuh Terjangkit Virus Corona

Lebih dari setengah penduduk daerah kumuh di tiga daerah Mumbai, India dinyatakan positif memiliki antibodi virus corona. Hal tersebut dipaparkan dari

Punit Paranjpe/AFP
Lebih dari setengah penduduk daerah kumuh di tiga daerah Mumbai, India dinyatakan positif memiliki antibodi virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Lebih dari setengah penduduk daerah kumuh di tiga daerah Mumbai, India dinyatakan positif memiliki antibodi virus corona.

Hal tersebut dipaparkan dari sebuah penelitian. Hanya 16% orang yang tinggal di luar daerah kumuh di daerah yang sama ditemukan terpapar infeksi.

Hasil itu berasal dari pengujian acak terhadap sekitar 7.000 orang di tiga daerah padat pada awal Juli 2020.

Ilustrasi  pandemi Covid-19
Ilustrasi pandemi Covid-19 (dok.istimewa)

Sebab, Mumbai telah melaporkan lebih dari 110.000 kasus dan 6.187 kematian hingga 28 Juli. Survei ini dilakukan oleh pemerintah kota, Niti Aayog dan Institut Penelitian Fundamental Tata.

Dari penelitian, ditemukan bahwa 57 persen dari orang yang diuji di daerah kumuh Chembur, Matunga dan Dahisar telah terkena virus corona baru.

Sekitar 1,5 juta orang tinggal di tiga wilayah ini yang terletak di bagian barat, timur dan tengah kota.

Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan kepada BBC bahwa hasilnya menunjukkan sejumlah hal tentang prevalensi infeksi di salah satu kota paling parah di India.

Virus telah menyebar lebih luas daripada yang diyakini sebelumnya di daerah kumuh kota, di mana lebih dari setengah dari 12,5 juta orang Mumbai tinggal.

Para ilmuwan percaya sampel yang diuji kuat secara statistik dan representatif.

Sebagian Besar Penduduk Mumbai yang Tinggal di Pemukiman Kumuh Terjangkit Virus Corona
Sebagian Besar Penduduk Mumbai yang Tinggal di Pemukiman Kumuh Terjangkit Virus Corona (Xavier Galiana/AFP)

"Tiga area yang kami pilih untuk tes ini memiliki jumlah infeksi virus yang dilaporkan beragam,” ungkap Dr Ullas S Kolthur dari Tata Institute of Fundamental Research (TIFR) seperti dikutip Tribunjogja.com dari BBC.com.

Halaman
123
Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved