Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

BREAKING NEWS : Kali Ketiga, Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di DIY Diperpanjang

Status Tanggap Dsrurat Bencana Covid-19 di DIY kembali diperpanjang hingga 31 Agustus 2020.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Status Tanggap Dsrurat Bencana Covid-19 di DIY kembali diperpanjang hingga 31 Agustus 2020. 

Perpanjangan ini menjadi yang ketiga sejak tanggap darurat dicanangkan pertama kali yakni 20 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020, kemudian diperpanjang pada 30 Mei 2020 hingga 30 Juni 2020, diperpanjang lagi hingga 31 Juli 2020, dan terbaru masih diperpanjang hingga 31 Agustus 2020.

Hal tersebut disampaikan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam jumpa pers yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kamis (30/7/2020).

BREAKING NEWS : Kini Tak Ada Kecamatan Berzona Hijau di Kabupaten Sleman

"Untuk tanggap darurat, Pak Gubernur sudah menetapkan nanti diperpanjang selama satu bulan lagi sampai akhir bulan Agustus. Statusnya masih tanggap darurat," ungkapnya.

Aji menambahkan alasan perpanjangan ini yakni terkait status bencana nasional yang sampai hari ini belum dicabut oleh Presiden Joko Widodo. 

"Itu salah satu dasar. Kedua, perkembangan kasus konfirmasi positif di DIY masih naik turun, agak naik. Masih terjadi dan beberapa penanganan lain diperlukan dalam kondisi tanggap darurat seperti pemulihan ekonomi, bantuan sosial (bansos), masih diperlukan tanggap darurat," urainya.

Disinggung mengenai rencana menambah bansos untuk masyarakat, Aji mengatakan belum ada rencana ke sana.

Hal tersebut lantaran semua sasaran sudah menerima bantuan baik yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan desa.

UPDATE Data Terkini Virus Corona Indonesia, Bertambah 1.904 Total Kasus COVID-19 Jadi 106.336 Orang

"Bansos tidak akan kita keluarkan lagi. Anggaran kami fokuskan untuk kesehatan selain juga pemulihan ekonomi hingga kita ada beberapa skema supaya kita bisa segera meredam atau mengurangi laju kontraksi pertumbuhan ekonomi yang sekarang minus," urainya.

Terkait sektor pariwisata, pada tanggap darurat yang kembali diperpanjang, Aji menekankan bahwa kondisi pariwisata, yakni terkait objek wisata dan sebagainya masih tetap dalam uji coba.

"Ada pembatasan. Kami membatasi untuk grup besar supaya tidak ada kerumunan dan protokol kesehatan dilaksanakan. Kalau ada wisatawan tidak mematuhi protokol maka tidak boleh masuk. Kalau ada pelanggaran protokol kesehatan maka destinasi yang bersangkutan bisa kita tutup sementara agar bisa dipatuhi semua pihak," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved