Terus Meroket, Berikut Prediksi Harga Emas ke Depan dan Faktor Penyebabnya

Harga emas berjangka pada pekan pertama Agustus 2020 yang diperkirakan naik ke level 1.944,6 dollar AS per ons.

Tribun Jabar
ILUSTRASI. Pengunjung melihat-lihat emas Antam di Butik Emas Logam Mulia , Jalan Ir H. Djuanda, Kota Bandung. 

TRIBUNJOGJA.COM - Harga emas beberapa bulan belakangan ini kian meroket. Bahkan, peningkatan harga emas diperkirakan masih akan berlanjut.

Hal ini di dorong sejumlah sentimen global yang membuat investor memilih emas sebagai instrumen investasi yang lebih aman (safe haven).

Harga emas berjangka di global pada akhir perdagangan Selasa (29/7/2020) waktu setempat, mencapai rekor tertinggi.

Ilustrasi Emas batangan
Ilustrasi Emas batangan (logammulia.com)

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 13,6 dolar AS, atau 0,7 persen menjadi 1.944,6 dollar AS per ons.

Di Indonesia, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk juga sempat mencapai rekor tertinggi yakni Rp 1.022.000 per gram pada Selasa (28/7/2020).

Hari ini, Rabu (29/7/2020), harga emas Antam dipatok Rp 1.013.000 per gram.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih punya potensi untuk naik.

Harga emas Antam akan naik jadi Rp 1.070.000 per gram pada pekan pertama Agustus 2020.

Begitu pula dengan harga emas berjangka pada pekan pertama Agustus 2020 yang diperkirakan naik ke level 1.944,6 dollar AS per ons.

UPDATE Harga Emas Hari Ini, Meski Sempat Turun Harga Emas Antam Masih di Atas Rp1 Juta

"Paket stimulus AS senilai 1 triliun dollar AS kemungkinan diumumkan hari Jumat atau Sabtu, dan baru akan berdampak di perdagangan pada hari Senin atau Selasa di minggu pertama Agustus," jelas Ibrahim kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Halaman
12
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved