Breaking News:

Pendidikan

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Gelar Khataman Alquran secara Daring

Sebanyak 731 siswa SMA Muhamadiyah 2 Yogyakarta (Muha) mengikuti khataman Alquran yang dilakukan secara daring pada Rabu (29/7/2020).

Istimewa
SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggelar khataman Alquran secara daring 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 731 siswa SMA Muhamadiyah 2 Yogyakarta (Muha) mengikuti khataman Alquran yang dilakukan secara daring pada Rabu (29/7/2020).

Kegiatan bertajuk 'Muha Mengaji: Solusi di Masa Pandemi' ini dalam rangka memperingati Milad ke-111 Muhammadiyah.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Slamet Purwo mengungkapkan pada kegiatan khataman Alquran, setiap kelas menyelesaikan 1 juz yang dipandu oleh wali kelas masing-masing secara daring.

"Kemudian juz 26- 30 diselesaikan oleh anak-anak yang tergabung dalam ekstra Hafiz Alquran, bapak dan ibu guru serta tenaga kependidikan. Masing-masing kelompok 1 juz. Alhamdulillah tepat pukul 09.00 WIB tadi, 30 juz kita selesaikan," ujarnya ketika dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (29/7/2020).

Sesuai dengan motto SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, 'Unggul Dzikir, Unggul Pikir dan Unggul Skill', sekolah berupaya untuk mendekatkan siswa pada Alquran.

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Akan Menggelar Pesantren Ramadan secara Online

Selain khataman Alquran, kegiatan lainnya yang diselenggarakan sekolah yakni tadarus rutin yang dilakukan setiap pagi sebelum dimulai kegiatan pembelajaran.

Slamet mengatakan kegiatan belajar di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta juga masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Untuk menunjang PJJ, sekolah memberikan bantuan berupa kuota internet bagi siswa.

"Sekolah memfasilitasi anak-anak, diberikan bantuan kuota. Begitu juga dengan guru. Semester kemarin kita berikan (bantuan kuota) Rp 100 ribu. Di semester ganjil ini baru kita hitung lagi, tapi kita akan memberikan bantuan kuota kepada siswa," kata dia.

Meski seluruh siswa telah memiliki gawai untuk mengikuti PJJ, namun masih ada beberapa siswa yang tinggal di pedalaman mengeluhkan kendala jaringan.

"Ketika anak-anak gak bisa ikut Google Meet atau Zoom kita kirimkan materinya lewat WhatsApp. Tapi jumlahnya (siswa) nggak banyak, nggak sampai 25 anak," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved