Bisnis

OJK Dorong Penerapan Governance untuk Lindungi Bisnis dan Masyarakat

OJK melihat sektor usaha saat ini menghadapi berbagai ketidakpastian yang lebih besar dengan beragam risiko baru seperti serangan dunia maya, keamanan

ist
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat sektor usaha saat ini menghadapi berbagai ketidakpastian yang lebih besar dengan beragam risiko baru seperti serangan dunia maya, keamanan cloud, perubahan pesaing, perubahan iklim, krisis geopolitik, dan pandemi Covid-19.

Untuk mampu mendeteksi dan mengantisipasi jenis risiko baru tersebut, OJK meminta pelaku jasa keuangan untuk terus meningkatkan penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC).

“OJK menyadari pentingnya GRC terintegrasi dalam upaya mewujudkan sektor jasa keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, kontributif dan inklusif, serta melindungi konsumen,” kata Ahmad Hidayat Anggota Dewan Komisioner sekaligus Ketua Dewan Audit OJK saat membuka Webinar GRC Forum Indonesia 2020 “Integrated GRC In Digital Area: Opportunities & Challenges” di Jakarta, Selasa (28/07/2020).

OJK Temukan Sebanyak 1915 Iklan Jasa Keuangan Melanggar Aturan

Menurutnya, permasalahan yang terjadi belakangan ini terkait dengan market conductdan investasi yang tidak sehat di beberapa lembaga, semakin mempertegas pentingnya implementasi GRC sehingga kondisi ini tepat untuk meningkatkan peranan GRC sebagai alat untuk melihat kembali bisnis proses yang sudah dijalani selama ini.

Ahmad Hidayat juga menilai bahwa perubahan mendasar dalam tatanan kehidupan dan model bisnis di era digital, menuntut organisasi terus berinovasi mengelola kegiatan bisnis dan operasional untuk mencapai tujuan melalui penerapan mekanisme tata kelola, manajemen risiko serta kepatuhan yang terintegrasi.

Penerapan GRC terintegrasi, yang didukung teknologi informasi dan kultur organisasi yang kuat merupakan prasyarat penting dalam mengawal proses pengambilan keputusan yang cepat dan akuntabel.

Hal inilah yang mendorong para pelaku bisnis, praktisi GRC, pemerintah/regulator, berupaya mengakselerasi maturitas implementasi GRC dalam organisasi sebagai bentuk adaptasi dan transformasi untuk mencapai kinerja terbaik dan sustainable, sekaligus menciptakan iklim berbisnis yang sehat.

Hasil survey OCEG 2020, “GRC Maturity Survey”, menyatakan bahwa baru sebagian kecil responden (14 persen) yang telah sepenuhnya mengintegrasikan proses-proses dan teknologi GRC.

OJK Lantik Satuan Kerja Baru Perkuat Kebijakan di Masa Pandemi Covid-19

Berlatar belakang hal tersebut, OJK menyelenggarakan webinar Integrated GRC In Digital Area: Opportunities & Challenges”, dengan nara sumber: Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri dan Ketua BARa, Suparno Djasmin, Direktur PT Astra Internasional, serta Fandhy Haristha, Ketua Working Group GRC Forum Indonesia, untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi dalammewujudkan implementasi GRC terintegrasi di era digital ini.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved