Yogyakarta

Mengurai Kepentingan Pembangunan Tol di DIY

Sejumlah pengamat mengkritisi rencana pembangunan proyek tol di DIY yang meliputi Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Jogja-Cilacap.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah pengamat mengkritisi rencana pembangunan proyek tol di DIY yang meliputi Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Jogja-Cilacap.

Pengamat menilai, pembangunan infrastruktur itu akan banyak menyebabkan dampak yang negatif, alih-alih bermanfaat bagi masyarakat dan ekonomi lokal.

Kepala Divisi Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas mengatakan, sejak 2017 lalu dirinya telah menolak rencana pembangunan jalan tol di Yogyakarta.

Sebab, selain berwilayah sempit pembangunan jalan tol dipastikan bakal banyak merubah wajah wilayah menjadi pemukiman serta kawasan bisnis.

"Pembangunan ini juga tidak bakal berdampak banyak pada ekonomi daerah baik secara langsung maupun tidak. Karena dimungkinkan pengguna hanya akan melintas atau melalui saja," ucap Darmaningtyas dalam diskusi daring bertajuk 'Telaah Kepentingan Pembangunan Tol di Indonesia' Rabu (29/7/2020).

Kekeliruan Peta Tol Yogyakarta-Bawen Clear, Dispertaru DIY Lanjut Sosialisasi Tirtoadi 4 Agustus

Selain ragu terhadap dampak ekonomi yang dihasilkan, dia menyebut pembangunan tol itu juga bakal mengancam krisis ekologis dan pangan di wilayah DIY secara khusus dan Jawa pada umumnya.

Padahal, selama ini wilayah Jawa merupakan lumbung air yang dipergunakan sebagai cadangan selama musim paceklik.

"Tol Trans Jawa, kemudian ditambah dengan pembangunan tol di Jogja tentu resisten terhadap ketersediaan cadangan air yang berdampak juga kepada pasokan lahan pertanian, tapi masyarakat belum sepenuhnya sadar dengan kondisi ini," ujarnya.

Di sisi lain, pembangunan jalan tol yang marak beberapa tahun ke belakang juga tidak diikuti dengan manfaat yang dirasakan oleh pengusaha.

Hal ini tampak dari sepinya pengguna sejumlah ruas jalan tol dan hanya ramai di saat memasuki periode libur.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved