Hukum Memberi Upah pada Penyembelih Hewan Kurban

Ternyata tak sembarangan untuk memberi upah atau membayar jasa mereka (penyembelih atau jagal), semua sudah diatur dalam syariat Islam.

Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perayaan Iduladha yang  akan dirayakan oleh umat muslim tinggal menghitung hari.

Di mana nantinya akan ada prosesi penyembelihan hewan kurban yang menjadi ciri khas dari perayaan ini.

Pada prosesi penyembelihan hewan kurban, biasanya beberapa sahibul kurban (orang yang berkurban) memilih untuk memakai jasa jagal atau penyembelih. 

Ternyata tak sembarangan untuk memberi upah atau membayar jasa mereka (penyembelih atau jagal), semua sudah diatur dalam syariat islam, berikut penjelasannya Ustaz Muhajir.

Menurut  Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir mengatakan, aturan pemberian upah kepada jagal atau penyembelih diperbolehkan dalam islam dengan ketentuannya.

"Pembayaran upah kepada jagal atau orang yang menyembelih diperbolehkan. Namun, tidak boleh memberikan upah kepada penyembelih yang diambil dari hewan kurban yang disembelih tadi. Jadi, harus  bentuk yang lain bisa uang atau barang," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Rabu (29/07/2020).

Hal ini pun dijelaskan dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu sebagai berikut:

ولا يجوز إعطاء الجزار او الذابح جلدها او شيئا منها كأجرة للذبح

 “Dan tidak boleh memberikan kulit atau bagian tertentu dari hewan kurban kepada jagal atau penyembelih sebagai upah dari pekerjaan sembelihannya”

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved