Yogyakarta

Ada 327 Pekerja Migran Bermasalah Sosial di DIY, BP2MI Anggap Persoalan Muncul Karena Depresi

Selain persoalan eksploitasi ekonomi terhadap anak, Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga menampung permasalahan pekerja migran.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY, Suyarno 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selain persoalan eksploitasi ekonomi terhadap anak, Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga menampung permasalahan pekerja migran.

Mereka juga termasuk kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Hal itu diungkapkan Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinsos DIY Suyarno, persoalan kesejahteraan sosial menurutnya sangat kompleks.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, namun berdasarkan data Dinsos DIY sepanjang 2019 kemarin ada 327 pekerja migran memiliki permasalahan sosial.

Secara garis besar, persoalan sosial yang dihadapi oleh para pekerja migran tersebut tidak jauh berbeda dengan persoalan PMKS lain.

"PMKS ini kan ada banyak kategorinya. Ada yang ditelantarkan, tidak diberi hak sosial, ada kelompok lansia yang terlantar dan masih banyak lagi. Termasuk pekerja migran," katanya, Rabu (29/7/2020).

185 Pekerja Migran Asal Daerah Istimewa Yogyakarta Belum Bisa Berangkat Keluar Negeri, Ini Sebabnya

Suyarno tidak menjelaskan secara mendetail terkait persoalan sosial para migran tersebut.

Secara terpisah, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) DIY, Suparjo mengatakan, para pekerja migran yang bermasalah tersebut bukan terkait administrasi atau menyalahi regulasi.

Ia mengatakan, para migran tersebut lebih banyak memiliki persoalan sosial lantaran mengalami depresi.

Halaman
123
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved