Yogyakarta

Pemda DIY Gelar Rakordal, Realisasi BTT di Kabupaten Rendah

Pemda DIY menganggarkan sekitar Rp 600 miliar untuk BTT namun baru digunakan Rp 330 miliar.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk Pemda DIY maupun Pemkab dan Pemkot se-DIY dievaluasi pada Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Pemda DIY di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Selasa (28/7/2020).

Hasilnya Kabupaten Kulon Progo tercatat sebagai satu di antara kabupaten dengan realisasi rendah yakni 20,02 persen atau sebanyak Rp 18,5 miliar dari total BTT Rp 92 miliar.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo mengatakan terkait realisasi yang rendah di Kulon Progo disebabkan oleh kebutuhan yang diperlukan sudah tercukupi dengan Rp 18,5 miliar tersebut.

"Kulon Progo menaruh angka besar di situ tapi realisasi kecil ketimbang kota. Di sisi lain jadup dicover Pemda DIY," ucapnya sesuai Rakordal Pemda DIY.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 28 Juli 2020, Tambahan 15 Kasus Positif Baru

Pada Rakordal tersebut, Budi menyebutkan bahwa total BTT renov sampai 30 Juni 2020 yang telah diaudit sebesar Rp 330,7 miliar untuk Pemda DIY dengan realisasi Rp 273,9 miliar atau 82,83 persen.

Sementara itu untuk kabupaten/kota masing-masing yakni Kota Yogyakarta dengan BTT Rp 35,5miliar realisasi Rp 32,8miliar atau 92,56 persen.

Kemudian Sleman dengan BTT 18,3miliar realisasi Rp 9,4miliar atau 51,35 persen, Bantul dengan BTT Rp 140,3miliar realisasi Rp 56,6miliar atau 40,34 persen, Kulon Progo dengan BTT Rp 92miliar realisasi Rp 18,5miliar atau 20,02 persen, dan Gunungkidul dengan BTT Rp 210,7 miliar realisasi Rp 37miliar atau 18,02 persen.

Budi menjelaskan, Pemda DIY menganggarkan sekitar Rp 600 miliar untuk BTT namun baru digunakan Rp 330 miliar.

"Masih ada sisa ini sampai akhir tahun. Kalau sampai akhir tahun ada gelombang dadakan, bisa kami lakukan lagi. Misal, setelah triwulan dua perjalanan dinas boleh, ya stop lagi. Hal yang amengerikan asumsi 2020-2021 grafiknya naik. Kalau itu terjadi kita siapkan BTT yang lebih besar. Yogya tenang karena rumah sakit masih nampung. Kalau nggak nampung, baru terasa," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved