Update Corona di DI Yogyakarta

Terimbas Pandemi Corona, Penjual Ban Bekas Kendaraan di Kota Yogyakarta Alami Penurunan Omzet

Penjualan ban bekas kendaraan merupakan satu diantara sektor otomotif yang terkena imbas pandemi Corona.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suhadi penjual ban bekas di Jalan Faridan M Noto, Kotabaru, kota Yogya, sedang memeriksa kondisi ban dagangannya, pada Senin (27/07/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penjualan ban bekas kendaraan merupakan satu diantara sektor otomotif yang terkena imbas pandemi Corona.

Seorang penjual ban bekas mobil yang berlokasi di Jalan Faridan M Noto, Kotabaru, kota Yogya,  Abdul wahid (42) mengatakan, sejak Maret 2020 , pembelian ban di tokonya merosot tajam.

"Menurun sekali, karena biasanya yang membeli ban dari kalangan penyedia jasa travel, selama pandemi kan tak ada wisawatan, mereka pun (penyedia jasa travel) yang tak beroperasi," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Senin (27/07/2020).

Selain itu, lanjut Abdul, sebagian lagi pelanggannya berasal dari kalangan mahasiswa dan jasa pengemudi online.

Terdampak Pandemi, Penyaluran KPR di Bank BTN Cabang Yogyakarta Menurun

Diakui Abdul, tak adanya mahasiswa memperparah penjualan ban di tokonya.

"Saat ini hanya berharap dari orang yang lalu-lalang dan jasa pengemudi online. Padahal dulu pasarnya sudah jelas ada. Dalam sehari bisa rata-rata 4 ban mobil bisa terjual. Kini, untuk menjual 1 ban saja sudah sulit," ujarnya.

Sementara itu, pendapatan Abdul pun cukup menurun dratis.

Di mana dalam kondisi normal ia bisa meraup untung hingga Rp500 ribu per hari.

Namun, saat ini pendapatannya menjadi tak tentu.

"Sekarang kalau pendapatan sudah tak tentu. Ini saja sudah lebih dari seminggu tak ada satu pun ban yang laku terjual," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved