Update Corona di DI Yogyakarta

Dekopinwil Yogyakarta Harapkan Bantuan Likuiditas Koperasi Segera Dilakukan

Iklim koperasi pada masa pandemi sangat terguncang dan pertumbuhannya pun melambat maka perlu penanganan yang cepat.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Koperasi sebagai sebagai organisasi ekonomi yang menjadi  prinsip gerakan ekonomi rakyat  yang berlandaskan asas kekeluarga ternyata menjadi salah satu sektor yang paling rentan terimbas pandemi Corona.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Daerah Istimewa  Yogyakarta ( Dekopinwil ) DIY, Syahbenol Hasibuan mengatakan, iklim koperasi pada masa pandemi sangat terguncang dan pertumbuhannya pun melambat maka perlu penanganan yang cepat.

Koperasi yang Terdampak Pandemi, Akan Mendapatkan Bantuan Likuiditas dari Pemerintah

"Saat ini, koperasi di DIY sangat terpuruk, aliran kasnya saja selalu negatif, bila dibiarkan berkepanjangan tentu koperasi bisa bangkrut. Tak hanya itu, ditambah koperasi pun kesulitan menjual produk anggotanya. Alhasil  perputaran uang sudah tidak ada," ujarnya lagi.

Selama ini, lanjut Syahbenol, bantuan hanya didapat dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DIY melalui program gratis ongkos kirim.

Di mana pada tahap pertama disalurkan sebanyak Rp60 juta dan tahap kedua sejumlah Rp40 juta.

"Hingga kini, pihak kami belum pernah mendapatkan dana bantuan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Maka, ketika adanya dana melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari pemerintah tentu diharapkan dapat mengembalikan kekuatan koperasi sehingga anggotanya para UMKM pun bisa terbantu," terangnya.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 27 Juli 2020, Tambahan 15 Kasus Positif Baru

Sementara itu, lanjut Syahbenol, melalui data pemerintah DIY tercatat 1.900 koperasi yang ada di wilayah Yogyakarya.

Sekitar 301 koperasi yang terdampak covid-19.

"Tentunya, untuk mendongrak koperasi agar bisa tetap bertahan. Perlunya stimulus dari pemerintah terutama pengadaan bantuan likuiditas di tengah  tekanan pandemi seperti ini," ujarnya.

Harapannya, lanjut Syahbenol, dengan adanya bantuan pemerintah kepada sektor koperasi dapat memacu kembali produktivitas dan likuiditas yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh para anggotanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved