Bisnis

Survei Meleset, BI DIY Tekankan Konsumsi Gerakkan Ekonomi Daerah

Kantor Perwakilan Bank Ekonomi (KPw BI) DIY mengaku meleset memperhitungkan rentang waktu dampak ekonomi Covid-19.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam diskusi yang digelar di PD Taru Martani, Sabtu (25/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Ekonomi (KPw BI) DIY menyatakan pihaknya meleset memperhitungkan rentang waktu dampak ekonomi Covid-19.

Lembaga moneter itu awalnya memprediksi dampak pandemi hanya berlangsung selama tiga bulan.

"Kalau boleh kita lihat krisis kali ini merupakan periode yang sangat berat dan bahkan lebih berat dari periode 97-98 karena seluruh dunia mengalami," ujar Miyono, Deputi Direktur KPw BI DIY Sabtu (25/7/2020).

Indonesia Masuk Daftar Negara yang Cepat Pulih dari Krisis Dampak Virus Corona

Miyono mengatakan, berdasarkan kajian dan sejumlah referensi keadaan ekonomi di DIY tidak beda jauh dengan kondisi perekonomian nasional.

Sehingga pihaknya merekomendasikan Pemda setempat segera menggerakkan sektor tulang punggung ekonomi yakni UMKM dan konsumsi guna mendongkrak perekonomian.

Berdasarkan catatan KPw BI DIY, sejumlah sektor yang mengalami perlambatan di triwulan II 2020 (yoy) atau sampai dengan Mei lalu yakni bidang penjualan kendaraan bermotor yang minus hampir 62 persen, konsumsi listrik yang hanya tumbuh rendah yakni 5,98 persen dari 8,2 persen di tahun lalu, dan kredit konsumsi yang anjlok sampai minus 24,8 persen.

"Survei indeks keyakinan konsumen juga pada keyakinan yang pesimis yakni di bawah 100. Jadi ini semua menggambarkan bahwa daya beli masyarakat di triwulan II sangat merosot begitu juga dengan nasional. Kita juga tahu bahwa sekira 68 persen ekonomi DIY ditopang dari konsumsi," jelas Miyono.

Sementara dua sektor lain yang juga sebagai penopang ekonomi DIY hampir tidak berjalan sama sekali.

Sektor pendidikan dan pariwisata bisa dikatakan mengalami goncangan yang cukup serius dalam dua atau tiga bulan terakhir.

Sebab, sejumlah perguruan tinggi mengaplikasikan kuliah online kepada mahasiswa hingga memutuskan para pelajar untuk pulang kampung.

Sementara di sektor pariwisata juga berinisiatif menutup destinasinya.

"Ini semua berdampak tentunya ke sektor lainnya dan sekali lagi kita tekankan pada konsumsi masyarakat untuk memulihkan ekonomi daerah," ucapnya.

BREAKING NEWS : Update Covid DIY 25 Juli : Positif Tambah 17, Sembuh Tambah 7

Wiyono menambahkan, konsumsi pemerintah di masa pandemi juga turun cukup signifikan.

Meskipun hanya menyumbang sebesar 14 persen terhadap PDRB, namun peran pemerintah cukup menentukan bagi kebijakan di sektor swasta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved