Breaking News:

Yogyakarta

Pakar Ilmu Politik Sebut Politik Uang Tetap Ada Selama Relasi Sosial Tak Setara

Tunjung Sulaksono mengatakan potensi politik uang masih tetap ada di Indonesia selama relasi sosial antara politisi dan masyarakat tidak setara.

IST
Stop politik uang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pakar ilmu politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Tunjung Sulaksono mengatakan potensi politik uang masih tetap ada di Indonesia selama relasi sosial antara politisi dan masyarakat tidak setara.

Menurut Tunjung, dalam relasi sosial yang tidak setara tersebut politisi selalu digambarkan sebagai patron, yang berada di atas.

Sementara, masyarakat adalah klien, yang diandaikan sebagai yang di bawah posisinya.

“Ketidaksetaraan itu terjadi karena banyak hal. Mulai dari faktor ekonomi, pendidikan, pengetahuan dan sebagainya yang tidak imbang antara politisi dan rakyat (pemilih). Dalam standar internasional tentang Pemilu, model-model politik uang itu disebut sebagai patronage dan klientilisme (Aspinall & Sukmajati, 2015: 3-5),” tuturnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (25/7/2020).

Pilkada Masa Pandemi, Bawaslu DIY: Potensi Politik Uang Lebih Tinggi

Ia menjelaskan, dalam konsep tersebut sang patron membagi-bagikan keuntungan untuk individu dan komunitas berupa uang tunai, materi, jasa, public goods, atau juga program yang menguntungkan masyarakat atau komunitas.

Keuntungan materiil itu akan dipertukarkan dengan dukungan politik (suara) pada saat Pemilu.

“Pertanyaannya, apakah di Indonesia relasi itu sudah imbang? Kalau belum, ya berarti potensi money politics masih akan terus terjadi,” tegas dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMY itu.

Hal itu menurutnya dimungkinkan dalam kondisi pandemi sekali pun.

Sebab biasanya money politics punya kemampuan survive atau karena bisa berevolusi dan beradaptasi sesuai dengan 'ekosistem' atau 'habitat' barunya.

Halaman
12
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved