Update Corona di DI Yogyakarta
Serapan Pasar Menurun Akibat Operasional Hotel dan Restoran di Yogyakarta Belum Stabil
Sektor hotel dan restoran di Yogyakarta masih belum stabil dalam operasional akibatnya serapan pasar pun ikut melemah.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRUBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor hotel dan restoran di Yogyakarta masih belum stabil dalam operasional akibatnya serapan pasar pun ikut melemah.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan, masih belum menggeliatnya hotel dan restoran tentu berpengaruh pada daya beli di pasar.
Karena, hotel dan restoran menjadi target pasar terutama pasar tradisional.
"Hotel dan restoran menjadi penyumbang terbesar dalam serapan pasar di wilayah Yogyakarta hingga 50 persen. Tentu, ketika kedua lingkungan ini lumpuh imbasnya pun mempengaruhi kondisi pasar," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (23/07/2020).
• Harga Daging Ayam Broiler di Beberapa Pasar Tradisional kota Yogyakarta Mulai Berangsur Menurun
Selama ini, lanjut Yanto, pasar-pasar tradisional sebagian besar memasok barang dagangannya ke hotel dan restoran.
Ketika, iklimnya berubah di mana hotel dan restoran belum menunjukkan geliat.
Tentu, para pedagang kebingungan untuk menentukan pasarnya.
"Selama ini kan, hubungan pedagang dan usaha hotel dan restoran berkesinambungan. Di mana setiap hari pasti ada permintaan yang datang. Kini, mereka (pedagang) kehilangan hal itu," terangnya.
Padahal, jelas Yanto, harga komiditas pasar dalam keadaan yang sangat stabil, di mana tak ada inflasi harga yang terlalu tinggi.
"Kalau serapan pasar rendah akibat harga tinggi, tentu itu keliru. Pasalnya, kondisi harga di pasar dalam kondisi yang sangat normal, harga sudah mulai stabil. Seperti harga ayam broiler sempat naik hingga mencapai Rp40 ribu per kilogram, sekarang sudah di sekitaran harga Rp25 ribu per kilogramnya," ujarnya.
• Data COVID-19 DI Yogyakarta Terkini: 21 Kasus Baru, 13 di Antaranya Kalangan Rumah Sakit & Puskesmas
Sementara itu, berdasarkan data Disperindag DIY yang dihimpun melalui tiga pasar besar di wilayah Yogyakarta yaitu Pasar Beringharjo, Kranggan, dan Demangan, menunjukkan harga komoditas bahan sembako pun relatif stabil.
Harga gula pasir rata-rata harga Rp12.500 per kilogram.
Harga minyak curah rata-rata Rp11.267 per kilogram, cabai merah konsumsi rata-rata Rp17.667 per kilogram.
Kemudian, cabe keriting rata-rata seharga Rp16.667 per kilogram.
Selain itu, ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga cukup banyak yaitu bawang merah seharga rata-rata Rp25.667 per kilogram.
Sedangkan bawang putih (sinco) Rp 16.000 per kilogram
"Kalau untuk persediaan bahan pokok masih aman. Harga pun relatif masih normal, hanya serapan pasarnya saja yang berkurang akibat pandemi ini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sepi-pembeli-pedagang-sayur-di-pasar-beringharjo-tak-berani-stok-barang-dagangan.jpg)