Update Corona di DI Yogyakarta

Serapan Pasar Menurun Akibat Operasional Hotel dan Restoran di Yogyakarta Belum Stabil

Sektor hotel dan restoran di Yogyakarta masih belum stabil dalam operasional akibatnya serapan pasar pun ikut melemah.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Pedagang sayur di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, saat menata dagangannya pada Selasa (21/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRUBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor hotel dan restoran di Yogyakarta masih belum stabil dalam operasional akibatnya serapan pasar pun ikut melemah.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan, masih belum menggeliatnya hotel dan restoran tentu berpengaruh pada daya beli di pasar.

Karena, hotel dan restoran menjadi target pasar terutama pasar tradisional.

"Hotel dan restoran menjadi penyumbang terbesar dalam serapan pasar di wilayah Yogyakarta hingga 50 persen. Tentu, ketika kedua lingkungan ini lumpuh imbasnya pun mempengaruhi kondisi pasar," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (23/07/2020).

Harga Daging Ayam Broiler di Beberapa Pasar Tradisional kota Yogyakarta Mulai Berangsur Menurun

Selama ini, lanjut Yanto, pasar-pasar tradisional sebagian besar memasok barang dagangannya ke hotel dan restoran.

Ketika, iklimnya berubah di mana hotel dan restoran belum menunjukkan geliat.

Tentu, para pedagang kebingungan untuk menentukan pasarnya.

"Selama ini kan, hubungan pedagang dan usaha hotel dan restoran berkesinambungan. Di mana setiap hari pasti ada permintaan yang datang. Kini, mereka (pedagang) kehilangan hal itu," terangnya. 

Padahal, jelas Yanto, harga komiditas pasar dalam keadaan  yang sangat stabil, di mana tak ada inflasi harga yang terlalu tinggi.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved