Bisnis

Dorong Kualitas Pelaku UMKM dan Pekerja Seni, Pemda DIY Lakukan Program Co-Branding

Co-branding yang dilakukan pemerintah daerah (Pemda) DIY akan dibagi dalam tiga golongan yaitu Jogja Mark, 100%Jogja, dan Jogja Tradition.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Beberapa pelaku UMKM mulai mendaftarkan produknya ke  Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, pada Rabu (22/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Co-branding yang diusung oleh Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY ditujukan untuk mendukung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pekerja seni agar dapat meningkatkan nilai dan kualitas. 

Adapun, yang dimaksud Co-branding ialah tanda atau ciri produk yang ditampilkan secara berdampingan dengan tanda-tanda lain yang dimiliki oleh suatu produk atau ekspresi budaya tradisional di daerah.

Nantinya, Co-branding yang dilakukan pemerintah daerah (Pemda) DIY akan dibagi dalam tiga golongan yaitu Jogja Mark, 100%Jogja, dan Jogja Tradition.

Ketiga kelompok tersebut dibagi berdasarkan asal bahan baku produk dan jenis produk.

Lonjakan Positif Covid-19 di DIY Tinggi, Satpol PP Perketat Pengawasan Supervisi Tempat Usaha

Kepala seksi fasilitasi kekayaan intelektual, Disperindag DIY, Ida Suryanti Lestari menjelaskan, nanti co-branding dibuat dalam bentuk logo.

Di mana masing- masing logo disesuaikan dengan ciri pada produk.

"Ya, dibagi atas tiga logo untuk co-brandingnya. Untuk logo Jogja Mark hanya diperuntukkan bagi produk yang bahan bakunya didapat dari luar daerah Yogyakarta namun proses produksi tetap di sini (daerah Yogykarta)," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Rabu (22/07/2020).

Sedangkan untuk logo lainnya, lanjut Ida, pada 100%Jogja diperuntukan bagi produk yang bahan baku dan proses produksinya di daerah Yogyakarta.

Kemudian, penggunaan logo Jogja Tradition khusus untuk produk yang masuk kategori karya seni tradisional atau ekspresi budaya tradisional minimal sudah berlangsung dalam satu generasi (50 tahun).

BREAKING NEWS: Catat Rekor, 28 Kasus Baru Covid-19 di DIY

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved