Breaking News:

Jawa

Pembangunan Empat Gerbang Masuk KSPN Borobudur Ditarget Oktober

Ia menuturkan, kawasan strategis telah diatur dalam Perpres Nomor 58 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kawasan Strategis Nasional Boro

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Kepala Satuan Kerja Wilayah 1 Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja dan Bupati Magelang, Zaenal Arifin saat audiensi penataan KSPN Borobudur di Rumah Dinas Bupati Magelang, Selasa (21/7/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepala Satuan Kerja Wilayah 1 Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja, menuturkan, sebagai langkah awal pengembangan KSPN adalah dengan pembangunan gerbang masuk kawasan Borobudur di empat titik yakni Blondo, Kembanglimus, Palbapang, dan Klangon.

"Gerbang ini sebagai penanda memasuki kawasan Borobudur. Sementara rekan-rekan dari perumahan akan mengisi dengan hunian pariwisata sebanyak 87 rumah dan nanti akan ditambah 339 lagi," tutur Singgih, Selasa (21/7/2020) saat audiensi penataan KSPN Borobudur dengan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, di Rumah Dinas Bupati Magelang.

Singgih mengatakan pembangunan kawasan pariwisata Borobudur baru sampai dengan tahap pengadaan lahan.

Pembangunan fisik ditargetkan baru akan dimulai awal bulan Oktober 2020.

Jumlah Pengunjung di Wisata Candi Borobudur dan Prambanan Dilaporkan Melebihi Kuota

"Pembangunan fisik gerbang dibungkus dalam satu paket kontrak di Cipta Karya. Saat ini sudah memasuki proses lelang dan dijadwalkan akhir September 2020 ini selesai. Targetnya Oktober awal mudah-mudahan sudah mulai proses fisik di lapangan," ujarnya.

Singgih menuturkan, pihaknya bersama tim satuan kerja yang lainnya berkomitmen membangun kawasan Borobudur.

Borobudur menjadi salah satu dari lima KSPN super prioritas.

Nantinya pengembangan ini, tidak hanya mampu mendatangkan pengunjung di Borobudurnya saja melainkan juga di kawasan sekitarnya.

"Sehingga perlu adanya sarana-sarana pendukung dan atraksi-atraksi yang mengangkat budaya lokal," tutur Singgih.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin menyatakan mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur asalkan dalam pelaksanaanya tidak menabrak atau melanggar peraturan yang berlaku.

Ia menuturkan, kawasan strategis telah diatur dalam Perpres Nomor 58 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kawasan Strategis Nasional Borobudur dan Sekitarnya.

Ada juga Perpres Nomor 70 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Kementrian Perhubungan Laksanakan Soft Launcing Angkutan Wisata Candi Borobudur

"Ketika mau membangun permasalahannya adalah di titik itu, termasuk kawasan Borobudur atau kawasan lereng Gunung Merapi. Semisal, pembangunan gapura atau gerbang di Kembanglimus, Borobudur. Kita harus menilik Perpresnya seperti apa. Yang penting jangan sampai menabrak peraturan yang berlaku," kata Zaenal, Selasa (21/7/2020), saat rapat penataan

Dikatakan Zaenal, Borobudur telah menjadi kawasan super prioritas pembangunan pariwisata di Indonesia oleh pemerintah pusat.

Kawasan ini telah melalui pertimbangan dan proses yang sangat panjang. Ia pun tetap akan mendukung program dari pemerintah ini.

"Kami telah beberapa kali melaksanakan rapat terbatas dengan Presiden berkaitan dengan pengembangan KSPN ini. Kami di daerah, memberikan dukungan atas ini," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved