Breaking News:

Kisah Pilu Petugas TKSK Pekalongan, Tak Tahu Kalau Mayat yang Dimandikan dan Dikafani adalah Anaknya

Kisah Pilu Petugas TKSK Pekalongan, Tak Tahu Kalau Mayat yang Dimandikan dan Dikafani adalah Anaknya

Editor: Hari Susmayanti
Kompas.com/Ari Himawan
Antariksa (tengah) berdoa bersama di makam anaknya surya di TPU Sapuro, Kota Pekalongan Jawa Tengah. 

TRIBUNJOGJA.COM, PEKALONGAN - Kisah pilu dialami oleh seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kota Pekalongan bernama Antariksa.

Pria 48 tahun tersebut tak tahu kalau jenazah yang diurusnya saat ada penemuan mayat di sekitar eks dealer Daihatsu di Jalan Dr Sutomo Kota Pekalongan Jawa Tengah ternyata anak kandungnya yang hilang sejak 18 April silam.

Antariksa tidak mengetahui kalau jenazah yang diurusnya tersebut merupakan S (15)  yang tak lain adalah anaknya sendiri karena memang kondisinya sudah tidak dapat dikenali lagi.

Meski tidak mengetahui kalau mayat yang diurusnya adalah anaknya sendiri, Antariksa mengaku memiliki ikatan batin.

Bahkan dia memiliki rasa rindu untuk mengunjungi makamnya.

"Dulu yang mengurus jenazah saya karena memang tugas. Tapi karena jenazah memang sudah tidak bisa dikenali saya hanya membatin mirip anak sendiri," kata Antariksa, Senin (20/7/2020).

Antariksa melanjutkan, anaknya hilang sejak 18 April 2020 silam setelah pergi bersama NK (17) yang merupakan tersangka pembunuhan di bantaran Sungai Klego.

"Saya sempat menginterogasi NK tapi hasilnya nihil. NK hanya bilang berpisah dengan S saat di Batang," ujar Antariksa.

Pencarian seorang ayah membuahkan hasil.

Setelah membaca berita NK ditangkap karena dua kali pembunuhan yaitu di bantaran Sungai Klego dan belakang eks Daihatsu ia akhirnya ke Polres Pekalongan Kota.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved