Pedagang Pasar Beringharjo Keluhkan Penurunan Penjualan Beras

Pedagang Pasar Beringharjo Keluhkan Penurunan Penjualan Beras Selama Pandemi Corona

Tribunjogja/Sri Cahyani Putri
Seorang pembeli sedang berbelanja di salah satu kios di Pasar Beringharjo, Senin (20/7/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Beringharjo Yogyakarta jelang Iduladha 1441 hijriah masih stabil.

Namun demikian, daya beli masyarakat, terutama untuk komoditi beras mengalami penurunan.

Pemilik kios sembako Bu Pawiro di Pasar Beringharjo mengungkapkan, harga sembako cukup stabil namun untuk penjualan beras tidak seperti biasanya.

"Beras harganya stabil tetapi lakunya tidak lancar disebabkan karena masyarakat sudah memiliki sembako dari bantuan yang telah diterimanya. Sehingga lakunya sedikit-sedikit," tuturnya kepada Tribunjogja.com Senin (20/7/2020).

Harga Minyak Goreng Curah di Kota Yogya Alami Kenaikan, Sekarang Dijual Rp12.500 Perliter

Jelang Iduladha, Harga Bumbu Dapur di Pasar Beringharjo Masih Stabil

Untuk harga beras yang ia jual yaitu Rp 10.000 dan Rp 11.000.

Sedangkan untuk telur ayam dijual dengan harga Rp 26.000/kg dan gula pasir dengan harga Rp 12.500.

"Minyak goreng kemasan yang 1 liter harganya Rp 12.500 ada juga yang Rp 13.000. Sedangkan yang 2 liter ada yang Rp 25.000 sampai Rp 27.000. Kalau merk Sunco dan Bimoli ukuran 2 liter harganya Rp 27.000," paparnya.

Kondisi yang sama juga dialami oleh Partinem selaku pemilik kios sembako Bu Parti.

Ia mengungkapkan walaupun harga beras stabil namun sekarang ini untuk pembelian beras mengalami penurunan.

Dia menduga, penjualan beras mengalami penurunan karena saat ini banyak warga yang sudah mendapatkan bantuan sembako. (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved