Kisah Para Penyintas Covid-19, Tidak Bisa Bernapas Leluasa Hingga Harus Menggunakan Inhaler

Hingga kini, masih banyak orang mempertanyakan kebenaran virus corona yang sedang menjadi pandemi. Salah satu cerita tentang bahaya Covid-19

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock/Kobkit Chamchod via kompas.com
Kisah Para Penyintas Covid-19, Tidak Bisa Bernapas Leluasa Hingga Harus Menggunakan Inhaler 

TRIBUNJOGJA.COM - Hingga kini, masih banyak orang mempertanyakan kebenaran virus corona yang sedang menjadi pandemi.

Salah satu cerita tentang bahaya Covid-19 datang dari Inggris. Laki-laki bernama Daniel Green menceritakan pengalamannya kepada CNN, Sabtu (18/7/2020).

Green merasa masih tertatih untuk kembali hidup setelah infeksi virus parah yang menimpanya pada bulan Maret 2020 lalu dan membuatnya batuk darah.

Ilustrasi pandemic Coronavirus
Ilustrasi pandemic Coronavirus (imperial.ac.uk)

Tiga bulan lalu, Green yang berusia 28 tahun bekerja sebagai peneliti pascadoktoral di Newcastle, Inggris itu berada di jalan dengan teman-teman dalam sebuah band saat mereka melakukan tur di tempat-tempat di Pegunungan Alpen, Prancis.

Dia datang dengan gejala Covid-19, dan seperti banyak pasien coronavirus, menghabiskan berminggu-minggu di tempat tidur.

Tidak seperti orang lain, hidup Green belum kembali normal.

"Sejak saat itu hidup dan mati saya dengan kelelahan yang ekstrim," katanya.

Setiap hari ia memiliki kabut otak, kesulitan berkonsentrasi dan masalah dengan ingatan jangka pendek yang membuat membaca, menulis, dan berbicara lebih sulit.

“Bernapas saja sudah sangat sulit," katanya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

"Aku tidak merasa punya kapasitas untuk bernapas penuh. Jika aku berjalan-jalan selama satu menit, aku akan benar-benar kelelahan,” tambahnya.

Tanda mendalam dari penyakit yang diderita Green ini bukanlah hal yang biasa.

"Sekitar 80% akan mengalami versi Covid yang ringan atau tanpa gejala. Ini 20% lainnya yang kami khawatirkan," kata Dr Luis Ostrosky-Zeichner, seorang profesor kedokteran di University of Texas McGovern Medical School.

"Satu dari lima pasien akan mendapatkan bentuk penyakit yang parah,” tambahnya.

Namun sayang, beberapa orang muda yang sempat mengidap Covid-19 tidak kembali seperti sedia kala.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved