Breaking News:

Gunungkidul

SD Wonolagi Playen Tetap Terapkan BDR Meski Hanya Ada 13 Murid

SD yang berdiri sejak 1980 ini juga menjadi satu-satunya instansi pendidikan jenjang Sekolah Dasar yang ada di Pedukuhan Wonolagi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bangunan SD Negeri Wonolagi di Kalurahan Ngleri, Playen, Gunungkidul. Tampak sepi lantaran seluruh pelajarnya menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Mencapai SD Negeri Wonolagi di Kalurahan Ngleri, Playen, Gunungkidul bukan hal yang mudah.

Sebab harus melewati hutan serta jalur setapak yang cukup curam, seperti saat Tribun Jogja berkunjung pada Jumat (17/07/2020).

SD yang berdiri sejak 1980 ini juga menjadi satu-satunya instansi pendidikan jenjang Sekolah Dasar yang ada di Pedukuhan Wonolagi.

Jumlah pelajarnya pun terbilang sangat minim.

"Saat ini total ada 13 pelajar, yang kosong kelas 2 dan 6. Kemarin hanya ada 2 pelajar yang diterima di kelas 1," ungkap Kepala SD Wonolagi Marsudiyanti saat ditemui pagi tadi.

Antisipasi COVID-19, Ribuan Petugas KPU Gunungkidul Jalani Rapid Test

Yanti menuturkan, minimnya jumlah peserta didik baru di SD ini disebabkan karena anak usia sekolah di Wonolagi cenderung sedikit.

Wonolagi sendiri juga menjadi satu-satunya dusun yang ada dalam jangkauan zonasi sekolah.

Meski jumlah pelajar minim, pihak sekolah tetap menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR).

Padahal sebagian besar pelajar tinggal tak jauh dari sekolah, bahkan beberapa di antaranya bertetangga langsung dengan sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved