Bisnis

Ingin Lestarikan Budaya, Mr One Cake and Cookies Kreasikan Roti Bermotif Batik

Roti bermotif batik milik Mr One Cake and Cookies sudah dijual sampai ke Surabaya, Madiun, Bekasi dan Jakarta.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Dewi Fatimah saat menunjukkan produk roti bermotif batik Mr One Cake and Cookies di rumahnya yang berlokasi di Kompleks Banguntapan Permai D26 Jumat (17/7/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pembuatan usaha roti bermotif batik dijalani Dewi Fatimah baru sejak Ramadan 2020 ini.

Walaupun terbilang baru, namun usaha yang telah dirintisnya ini cukup mendapatkan peluang di kalangan konsumen.

Ia memilih usaha roti bermotif batik yang diberi merek Mr One Cake and Cookies ini karena sebagian dalam melestarikan budaya.

"Memilih motif batik karena ingin sesuatu yang berbeda. Mungkin roti di mana-mana sudah biasa namun dengan motif batik masih jarang," ungkapnya saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di Kompleks Banguntapan Permai D26 Jumat (17/7/2020).

Pantang Minta-minta, Pasangan Difabel di Yogyakarta Ini Pilih Berjualan Roti untuk Bertahan Hidup

Walaupun sebelumnya sudah merintis usaha di kuliner lain namun menurutnya roti bermotif batik lebih menjual.

Terbukti dengan penjualannya sudah mencapai ke daerah Surabaya, Madiun, Bekasi dan Jakarta.

Untuk jenis dan harganya juga bervariatif.

Jenis brownies kecil dengan motif batik dijual dengan harga Rp 48 ribu/pack isi 8, brownies kotak besar motif batik dengan harga Rp 65 ribu, donat batik dengan harga Rp 50 ribu/pack isi 6 dan bolu gulung motif batik dengan harga Rp 65 ribu.

Dewi mengungkapkan untuk pemasarannya dimulainya dari mulut ke mulut dan melalui online baik WhatsApp, Instagram dan Facebook.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 17 Juli 2020, Tambahan 4 Kasus Positif Baru

"Biasanya dari mulut ke mulut ke teman-teman. Dan bawa sampel ke teman lalu teman yang mempromosikan ke rekannya. Selain itu ke online IG, WA dan FB ikut di grup-grup UMKM," tuturnya.

Menurut Dewi juga produk roti bernuansa batik yang paling banyak diminati oleh pembeli yaitu jenis brownies kecil karena lebih pas untuk oleh-oleh.

Selain itu, perbedaan produknya jika dibandingkan dengan produk lain yaitu tidak memakai bahan pengawet dalam proses pembuatannya.

"Kalau ada pesanan saya juga bilang ke konsumen saya jika rotinya tidak bertahan lama, hanya bertahan selama 3 hari karena tidak memakai bahan pengawet. Jadi sebisa mungkin saya juga memilih jasa pengiriman yang cepat," kata Dewi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved