Gubernur DIY : Kesenjangan Ekonomi di DIY Tidak Bisa Dihindari

Kesenjangan ekonomi dan juga tingkat kemiskinan di DIY yang menjadi tertinggi di Indonesia pada awal 2020.

Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji buka suara ketika dimintai tanggapan terkait kesenjangan ekonomi dan juga tingkat kemiskinan di DIY yang menjadi tertinggi di Indonesia pada awal 2020.

Ia menjelaskan saat ini tantangan yang dihadapi Pemda DIY semakin berat karena terpaan pandemi Covid-19.

"Saat Covid-19 ini makin banyak gini ratio. Kesenjangan antara kaya dan miskin (makin tinggi). Saat ini yang penting kita kejar tumbuh kembali," jelasnya, Jumat (17/7/2020).

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi DIY sudah turun.

Garis Kemiskinan di DIY Meningkat 12,28 persen Pada Maret 2020

Ramalan dari Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi akan minus 3 pada kuartal II nanti.

"Itu jadi perhatian kita, mendorong tumbuhnya ekonomi kita. Bagi mereka yang menerima bansos, manfaatkan sebaik-baiknya untuk konsumsi karena itu akan membuat perputaran ekonomi lebih baik. Sementara unit usaha UKM IKM segera melakukan aktifitas," ucapnya.

Ia berpesan kepada pelaku usaha, tetap harus menerapkan kehati-hatian dalam menjalankan usahanya. 

"Tapi jangan kemudian harus seperti biasanya. Ini masanya Covid-19. Pemasaran bisa online, misal yang produksi makanan bisa take away. Kreativitas pengusaha UKM dituntut. Gini ratio tidak bisa dihindari. Kalau kita kejar pertumbuhannya mudah-mudahan gini ratio akan menyesuaikan," bebernya.

Disinggung mengenai target penurunan 7 persen pada 2022, diakui Aji sangat sulit.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 17 Juli 2020, Tambahan 4 Kasus Positif Baru

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved