Bisnis

Terpengaruh Pandemi Corona, Usaha Sembako di Kota Yogyakarta Masih Sepi

Hantaman pandemi Corona membuat sektor perniagaan merasakan dampak yang siginifikan terhadap arus pembelian.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Situasi perdagangan sembako di jalan Sandiloto, Ngupasan, kota Yogyakarta pada Rabu (15/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hantaman pandemi Corona membuat sektor perniagaan merasakan dampak yang siginifikan terhadap arus pembelian.

Terutama pada sektor penjualan sembako di kota Yogyakarta.

Beberapa penjual masih merasakan sepi pembeli sejak pandemi Corona merebak.

Seorang pemilik toko sembako, Pratiwi (70) yang berlokasi di jalan Sandiloto, Ngupasan, kota Yogyakarta, menuturkan, penjualan sembako di tokonya mengalami penurunan pembeli sejak Maret hingga Juli ini, bahkan omzetnya pun menurun hingga 80 persen.

"Kalau penjualan belum bisa dikatakan stabil malahan terjadi penurunan. Soalnya sasaran pasar kami seperti jasa catering dan rumah makan masih banyak yang tutup," jelas Pratiwi kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Rabu (15/07/2020).

Harga Pangan dan Sembako di Yogyakarta Relatif Stabil

Pratiwi menambahkan biasanya, penjualan sembako di tokonya bisa meraup untung hingga Rp5 juta per hari.

Namun, selama pandemi berlangsung penurunan omzetnya jauh sekali, hanya cukup untuk menutupi operasional toko.

Mengenai penjualan, lanjut Pratiwi, biasanya didominasi oleh permintaan jenis sembako yang meliputi mi bihun, mi kuning, minyak, hingga bumbu masak.

"Kalau biasanya rumah makan dan catering, beli sembako tak pernah sedikit, jumlahnya pasti banyak. Seperti jenis mi bisa dalam sehari per pelanggan pesan hingga 5 kilogram. Sekarang, ya tidak ada pesanan masih pada tutup usahanya," ujarnya.

Sementara itu, menurut pedagang sembako di pasar Beringharjo, Joko Suryana (54) mengatakan, merosotnya pembeli karena memang daya beli masyarakat yang ikut melemah.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved