Bisnis

OJK Temukan Sebanyak 1915 Iklan Jasa Keuangan Melanggar Aturan

OJK menyebutkan sebanyak 1915 iklan jasa keuangan yang melanggar aturan perilaku pasar (market conduct).

ist
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sebanyak 1915 iklan jasa keuangan yang melanggar aturan perilaku  pasar (market conduct).

Market conduct merupakan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dalam mengeluarkan produk meliputi kegiatan mendesain, menyusun, dan menyampaikan informasi, menawarkan, hingga membuat perjanjian atas produk atau layanan keuangan.

Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sardjito mengatakan, pelanggaran iklan jasa keuangan mencapai 1915 atau 36,65 persen.

"Dari periode Januari hingga Juni 2020, didapatkan total iklan jasa keuangan sebanyak 5328, di mana 1915 nya merupakan iklan yang melanggar aturan,"jelasnya Sarjito melalui kanal resmi OJK, pada Rabu (15/07/2020).

OJK Lantik Satuan Kerja Baru Perkuat Kebijakan di Masa Pandemi Covid-19

OJK pun akan menangani penarikan terhadap iklan-iklan jasa keuangan yang melanggar aturan.

Adapun, sektor yang paling dominan dalam melakukan pelanggaran iklan ialah sektor perbankan sebanyak 73 persen.

Disusul sektor industri keuangan nonbank sebesar 25 persen.

Kemudian, diikuti sektor pasar modal sebanyak 2 persen.

"Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan kebanyakan informasi produk yang tidak jelas sebanyak 94 persen, produk yang menyesatkan sebesar 5 persen dan tidak akurat sebanyak 1 persen," jelasnya.

OJK Berikan Pernyataan Efektif Atas Rencana Penawaran Umum Terbatas V PT Bank Bukopin Tbk

Namun, berdasarkan statistik OJK terkait pematauan iklan pada periode Januari hingga Juni 2020, pelanggaran iklan cenderung mengalami penurunan.

Di mana, pada Januari 2020 jumlah total iklan yang melanggar 495 (51 persen).

Lalu, pada Februari mulai menurun yang melanggar sebanyak 367 iklan (38 persen). Pada, Maret 382 iklan (37 persen).

Kemudian, terus menurun hingga pada April hingga Juni penurunan berturut-turut sebanyak 316 iklan (29 persen), 193 iklan (31 persen), 158 iklan (25 persen). (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved