OPINI

Food Estate dan Peluang Perbaikan Distribusi Pangan

Program food estate di Kalimantan Tengah yang rencananya akan dibangun dalam kurun tahun 2020 – 2022 ini harus dikawal sebaik-baiknya

istimewa/dok.pribadi
Dian Yuanita W 

TRIBUNJOGJA.COM - Belum lama, ini pemerintah mengumumkan rencana pembangunan lumbung pangan nasional yang akan dibangun di Kalimantan Tengah.

Konsep lumbung pangan yang dicanangkan yaitu mengintegrasikan antara tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan pada suatu wilayah dengan sistem klaster.

Jika menilik sejarah, lumbung pangan atau lebih lanjut disebut sebagai program food estate sebenarnya bukan merupakan hal baru.

Pada tahun 2010 pemerintah telah mengembangkan food estate di Kabupaten Merauke, Papua.

Program tersebut dikenal dengan nama MIFE (Merauke Integrated Food and Energy Estate).

Tidak sampai di situ, pemerintah kemudian kembali membangun food estate di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur pada tahun 2015.

Namun, sepanjang pemberitaan yang ada baik MIFE maupun food estate di Kabupaten Bulungan nampaknya belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Terlepas dari isu agraria dan keberpihakan yang menyertai program food estate, pada dasarnya program ini memberi secercah harapan bagi Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan.

Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa laju konversi lahan pertanian produktif ke non-pertanian mencapai lebih dari 100.000 hektar per tahun, belum termasuk konversi komoditas.

Konversi tersebut tentunya berdampak pada produksi pangan yang semakin menurun hingga dalam jangka panjang dapat mengancam ketahanan pangan nasional.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved