Wabah Virus Corona
Inilah 6 Tempat Paling Rawan Penularan Virus Corona di Indonesia
Tempat publik dan tempat berkumpulnya banyak orang dianggap paling rawan terjadi penularan corona. Berikut 6 tempat paling rawan penularan COVID-19
TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi corona di Indonesia hingga saat ini belum juga berakhir. Setiap harinya, angka kasus positif Virus Corona bahkan masih terus bertambah.
Banyak faktor yang jadi penyebab penularan COVID-19 di Indonesia masih saja terjadi.
Mulai dari disiplin atau ketat tidaknya masyarakat menerapkan pola sesuai protokol kesehatan di tengah wabah corona,
hingga lingkungan atau tempat-tempat publik yang cenderung rawan menjadi tempat terjadinya penularan Virus Corona.
Tempat-tempat yang dianggap paling rawan terjadi penularan tersebut biasanya karena merupakan pusat berkumpulnya orang atau masyarakat dan atau menjadi jalur lalu lalang masyarkat umum.
Nah, berikut ini rangkuman enam tempat yang dinilai paling rawan terjadi penularan Virus Corona di Indonesia, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.
Tempat Paling Rawan Penularan Virus Corona:
1. Pasar
Padatnya pasar-pasar di Indonesia ikut memicu terjadinya penularan Virus Corona. Tempat bertemunya antara penjual dan pembeli ini di Indonesia cenderung padat sehingga antarorang sulit menjaga jarak.
Di China, keberadaan pasar basah di Wuhan, Provinsi Hubei bahkan disebut menjadi awal penyebaran Virus Corona.
Dikutip dari Kompas.com (6/7/2020) Dewan Pimpinan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang di 164 pasar di 72 kabupaten/kota seluruh Indonesia dinyatakan positif Covid-19.
Dari jumlah tersebut, 35 pedagang dilaporkan meninggal dunia karena Covid-19.
2. Sekolah
Seperti pasar yang cenderung padat, sekolah pun demikian. Antara satu siswa dan siswa lain pun akan cenderung sulit untuk jaga jarak sehingga dianggap rawan terjadi penularan Virus Corona.
Sebab itu lah hingga saat ini sekolah belum dibuka penuh.
Contoh riil, dikutip dari kompas.com, Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung bahkan menjadi klaster baru virus corona Covid-19.
3. Kantor/Pabrik
Tempat rawan penularan Virus Corona lainnya adalah tempat kerja. Kantor atau pabrik yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, bahkan dalam waktu lama, akan berpotensi menjadi tempat penularan COVID-19.
Apalagi jika perkantoran dan pabrik memiliki sirkulasi ruangan yang kurang lancar.
Dikutip dari Kompas.com (2/6/2020), pada bulan Maret diketahui ada 97 dari 811 karyawan di call center Seoul, Korea Selatan dinyatakan positif terkena virus corona.
Di Indonesia, salah satu contoh penyebaran virus corona di pabrik terjadi di pabrik Unilever Cikarang.
4. Hajatan/pertemuan
Masih seputar tempat berkumpulnya banyak orang, hajatan yang cenderung mengundang para tamu pun menjadi rawan Virus Corona.
Kasus pernikahan di Semarang, Jawa Tengah, misalnya, penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah undangan yang hadir bahkan tidak serta merta bisa mencegah terjadinya penularan corona.
Saat itu, dikutip dari kompas.com, penularan tetap terjadi, bahkan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Seusai pernikahan, adik dari pengantin sakit dan meninggal dunia. Ibu pengantin yang memiliki riwayat liver juga meninggal dunia. Kedua korban meninggal telah terbukti positif Covid-19.
Kemudian ayah pengantin juga dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Penikahan tersebut digelar di rumah pengantin wanita di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang Timur pada Kamis (11/6/2020).
Ada sekitar 20 orang dari keluarga yang hadir di acara yang diselenggarakan di rumah. Akad nikah tersebut sepengetahuan kepala desa setempat dan dikawal Bhabinkamtibmas.
5. Transportasi umum
Transportasi umum juga dianggap rawan terjadi penularan Virus Corona karena akan ditumpangi banyak penumpang silih berhanti.
Seperti diberitakan Kompas.com (28/6/2020) Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta- Sorong diketahui positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19.
Disebutkan, terdapat sekitar 90 penumpang dalam penerbangan dari Jakarta menuju Sorong tersebut. Seluruh penumpang dianjurkan melakukan karantina mandiri selama dua pekan.
Sementara itu, 43 orang yang berada dalam satu rombongan dengan penumpang positif Covid-19 itu akan menjalani tes swab.
6. Tempat/pertemuan ibadah
Tempat ibadah atau yang menjadi tempat peribadatan dianggap rawan terjadi penularan Virus Corona.
Sebagai tempat umum di mana banyak orang berkumpul, tempat ibadah juga berpotensi atau rawan.
Contoh di Korea Selatan, dikutip dari kompas.com, penyebaran corona pernah terjadi dari Shincheonji Church of Jesus di Korea Selatan.
Disebutkan, sebanyak 230.000 anggota di seluruh Korea Selatan itu akhirnya dites. Setidaknya, sekitar 80 persen dari 1.700-an kasus virus corona di Korea Selatan pada akhir Februari berhubungan dengan sekte ini.
(*/ )
(Sumber: Kompas.com/Rindi Nuris Velarosdela, Ihsanuddin, Nur Rohmi Aida, | Editor : Rachmawati, Sandro Gatra, Diamanty Meiliana, Virdita Rizki Ratriani, Dheri Agriesta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inilah-6-tempat-paling-rawan-penularan-virus-corona-di-indonesia.jpg)