Breaking News:

Tanggapi Pernyataan WHO, Gugus Tugas Covid-19 DIY Perketat Aturan Penggunaan Masker

Secara garis besar Pemda DIY menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, terkait penanganan ke depannya.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
PENGGUNAAN MASKER. Pesepeda menggunakan masker saat berkatifitas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2020). Pemda DIY telah mengeluarkan aturan bagi warga wajib menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah untuk mengurangi paparan virus Corona. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan tanggaoan terkait pernyataan resmi organisasi kesehatan dunia (WHO), tentang potensi penyebaran Covid-19 melalui udara atau airborne.

Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantara, menyampaiakan secara garis besar pihaknya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, terkait penanganan ke depannya.

Penjelasan Virus Corona Menyebar di Udara: Partikel Aerosol COVID-19 Seperti Asap Rokok

Hari Ini, Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 7 Orang, Mayoritas Riwayat dari Contact Tracing

Meski begitu, jika nantinya memang pernyataan WHO tersebut benar, bentuk mitigasi yang dilakukan akan tetap sama.

"Penggunaan masker harus diperketat lagi. Sekarang saja perharinya ada delapan hingga tujuh kasus tambahan, artinya tanpa ada pernyataan WHO itu pun virus ini masih tetap berkembang," katanya, Jumat (10/7/2020).

Sejauh ini dirinya masih menanti langkah yang diarahkan dari pemerintah pusat.

Gugus Tugas Covid-19 Pemda DIY sendiri sejauh ini belum ada koordinasi dengan bidang kesehatan untuk menentukan langkah.

"Belum ada koordinasi dari bidang kesehatan. Tentu di daerah harus menyesuaikan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved